Jakarta, (Metrobali.com) –

Pengamat ekonomi Enny Sri Hartati mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 merefleksikan ujian bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kita lihat seperti apa postur APBNP 2015. Karena dari situ bisa dilihat komitmen pemerintah dalam menentukan arah komitmen kebijakan ekonomi,” kata Enny di Jakarta, Kamis.

Pengamat ekonomi INDEF tersebut berpendapat pemerintah seharusnya lebih memperhatikan sektor riil karena memiliki potensi pendapatan yang besar.

“Selama ini pemerintah mengagendakan tiga sektor, yaitu pertanian, industri, dan kemaritiman. Jadi fokus anggaran ke sana harus diperhatikan,” katanya.

Menurut dia, jika realokasi APBNP 2015 masih tidak jelas maka jangan harap Indonesia akan mengalami pertumbuhan ekonomi seperti yang diharapkan pemerintah.

“Saya yakin jika pemerintah mau memfokuskan pada tiga itu, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen bisa kita raih. Asalkan sektor riil yang harus bergerak,” kata Enny.

Selain itu, keberhasilan pertumbuhan ekonomi juga terkait dengan komitmen perbankan yang berperan sebagai lembaga pembiayaan.

“Selama ini perbankan hanya fokus memberikan pembiayaan pada sektor-sektor tertentu. Kalau seperti ini di mana asas keadilannya untuk rakyat?” kata Enny.

(Ant) –

 

Baca Juga :
Masyarakat Dorong Pemkot Tindak Tegas Tiara Grosir