Denpasar (Metrobali.com)-

Gerusan modernisasi di era global berdampak cukup signifikan terhadap perubahan prilaku masyarakat khususnya generasi muda. Guna mencegah dampak tersebut perlu adanya program khusus melalui berbagai kegiatan positif yang berbasis budaya. Seperti kegiatan Kemah Budaya yang diselenggarakan Pemkot melalui Dinas kebudayaan melibatkan pelajar SMP, SMA/SMK negeri maupun swasta di Kota Denpasar. Hal ini bertujuan untuk mengantisipai terjadinya degradasi moral dikalangan para pelajar serta untuk menghindarkan dari perbuatan negatif. Demikian dikatakan Kadis Kebudayaan Drs. Made Mudra,M.Si saat pembukaan acara Kemah Budaya,  Jumat (29/6) di halaman Sekolah SMP 12 Peguyangan Kaja Denpasar ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Walikota Denpasar IB Rai D. Mantra.

Ditambahkan Mudra, kegiatan kemah budaya yang sudah berjalan untuk ke lima kalinya ini merupakan wujud dan bentuk komitmen pemerintah Denpasar dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berkualitas dan bermoral melalui berbagai kegiatan yang berbasis budaya. Disamping itu kegiatan ini juga dalam rangka untuk mewujudkan sekaligus menguatkan Denpasar sebagai Kota Kreatif Bebasis Budaya.

Seperti diketahui berdasarkan realita yang ada tingkat moralitas generasi muda sekarang ini banyak mengalami penurunan bahkan cenderung negatif. Sebut saja diantaranya adanya gang motor, kekerasan, sek bebas, sekeha minum, narkoba dan lain-lain. Yang apabila dibiarkan akan merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengantisipasi hal ini perlu ada upaya yang kongkrit dan berkesinambungan dari seluruh lapisan masyarakat di Kota Denpasar.

Untuk itu melalui kegiatan kemah budaya dengan mengusung tema “Acura Anom Adi Widya” diharapkan para pelajar mulai sejak dini mampu melakukan instropeksi diri sekaligus berbenah diri untuk menatap masa depan yang lebih baik dan lebih cerah. Melalui kegiatan yang berbasis budaya ini para generasi muda juga diharapkan akan memiliki karakter dan  akar budaya yang kuat sebagai benteng dalam menghadapi segala bentuk perubuhan yang terjadi. Ditambahkan pula kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan pelajar di Kota Denpasar dan akan berlangsung selama tiga hari. Adapun materi yang diberikan meliputi; ceramah, kerohanian, olah raga hingga berbagai lomba seperti; lomba karya tulis, atraksi kesenian, ngelawar hingga kegiatan out bornd.

Baca Juga :
Ratusan Sopir di Bali Demo, Tolak Operasional Uber & Grab Taxi

Sementara Walikota IB Rai D. Mantra dihadapan para pelajar mengatakan, agar kegiatan ini diikuti dengan serius dan sungguh-sungguh. Sebab kegiatan ini disamping untuk mengisi waktu liburan juga dalam rangka memperkuat jati diri siswa dalam menghadapi segala bentuk tantangan. “Saya percaya semua ini akan berjalan dengan baik” sebab semua ini berdasarkan alasan yang jelas mengingat tingkat kualitas SDM anak-anak sangat mumpuni. Terbukti Denpasar selama 2 tahun berturut-turut mampu mencetak prestasi nasional dibidang pendidikan yaitu nilai Nem dan nilai Kelulusan tertinggi di Indonesia.

Dengan keberhasilan ini Denpasar akhirnya dijadikan barometer model pendidikan oleh pemerintah pusat. Walaupun demikian keunggulan pendidikan itupun tidak cukup harus pula dibarengi dengan keunggulan akhlak atau moralitas, terangnya. Dalam acara kemah budaya, Walikota juga berkesempatan melakukan dialog dengan para peserta, sekedar untuk menguji sejauh mana pemahaman yang dimiliki.  SDN-MB