Buleleng, (Metrobali.com)

Buntut aksi puluhan karyawan PT Tirta Mumbul Jaya Abadi yang memproduksi air mineral Yeh Buleleng mendatangi sekretariat DPRD Kabupaten Buleleng pada Rabu, (5/1/2022), terkait keluhan selama 1,5 tahun tidak menerima gaji secara full, disikapi serius Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna,SH. Terbukti, pada Kamis, (6/1/2022) siang, Ketua DPRD Buleleng Supriatna mengundang dan berdiskusi dengan Dirut. Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng (PDAM Buleleng), Made Lestariana,SE selaku pemegang saham terbesar yakni 83 persen di PT Tirta Mumbul Jaya Abadi (Yeh Buleleng) dan juga dengan Dirut. PT Tirta Mumbul Jaya Abadi (Yeh Buleleng), Nyoman Arta Widnyana,SE, di ruangan Ketua DPRD Buleleng,

Hal hasil dari pertemuan secara tertutup itu, Ketua DPRD Buleleng Supriatna kepada awak media mengatakan dari hasil diskusi menyelesaikan persoalan yang menerpa PT Tirta Mumbul Jaya Abadi, telah menemukan titik terang. Artinya, apa yang menjadi persoalan di perusahaan air mineral Yeh Buleleng dengan segera akan diselesaikan, setelah di internal perusahaan air mineral Yeh Buleleng mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Kita didewan Buleleng berkeyakinan penuh, bahwa Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng selaku pemilik saham terbesar di PT Tirta Mumbul Jaya Abadi akan dapat menyelesaikan persoalan dianak perusahaannya itu, baik itu menyelesaikan masalah tunggakan gaji karyawan maupun masalah operasional lainnya.” ucapnya menegaskan.

Menurutnya Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng merupakan milik Pemkab Buleleng, sudah sewajarnya menyelamatkan perusahaan air mineral Yeh Buleleng, agar persoalannya tidak berlarut-larut.

“Kita harapkan masalah yang menimpa perusahaan air mineral Yeh Buleleng ini tidak dibesar-besarkan, karena diyakini dapat diselesaikan di internal perusahaan itu sendiri. Mengingat, apa yang menjadi persoalan diinternal selama ini, tidak terlepas dari dampak covid-19. Setelah situasi normal, maka tidak akan ada masalah lagi di internal perusahaan tersebut,” tandas Supriatna.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng Made Lestariana menegaskan pihaknya segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan di PT Tirta Mumbul Jaya Abadi, dengan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham.

“Dimungkinkan penyelesaiannya dengan kembali memberikan suntikan dana sesuai dengan kebutuhan, untuk menjadikan perusahaan itu menjadi normal pengoperasiannya.” jelasnya.

Iapun menyebutkan di Tahun 2021, pihaknya di Perumda Tirta Hita Buleleng telah memberikan penyertaan modal sebesar Rp 1,4 miliar. Hanya saja, dana tersebut digunakan untuk biaya operasional dan modal kerja agar bisa berproduksi sebagaimana biasanya.

“Kita upayakan persoalannya dapat diselesaikan” pungkas Lestariana.

Sementara itu, Direktur PT Tirta Mumbul Jaya Abadi, Nyoman Arta Widnyana mengungkapkan untuk membayar para karyawa sebanyak 86 orang, maka dana yang diperlukan mencapai Rp 1,2 miliar. Hanya saja, belum dipastikan semua dibayarkan kepada para karyawan. Karena dalam hal ini, harus berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan para pekerja untuk menentukan kesepakatan tentang jumlah gaji yang harus diberikan.

“Sesuai undang-undang yang menengahi jika perusahan ada masalah dengan karyawan adalah Dinas Ketenagakerjaan.” tandasnya. GS