Foto: Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto berfoto bersama kadernya usai memberikan pengarahan kepada Anggota Fraksi Golkar DPR RI dari Dapil Bali dan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota se-Bali, di Wantilan Golkar Bali di Denpasar, Jumat sore (25/3/2022).

Denpasar (Metrobali.com)-

Konstelasi dan peta kekautan politik di Bali saat ini terlihat sangat jomplang dimana terlihat seperti adanya mayoritas tunggal. Tidak terelakkan, PDI Perjuangan (PDIP) masih merajai panggung politik Pulau Dewata dengan menguasai kursi legislatif di DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Bali hingga DPR RI Dapil Bali.

Memang secara posisi, Golkar Bali menjadi kekuatan partai politik nomor dua setelah PDIP namun secara raihan jumlah kursi legislatif, partai beringin sangat jauh dari partai berlambang banteng bermoncong putih itu.

Misalnya saja di DPRD Bali kerap suara Golkar tenggelam di parlemen di DPRD Bali karena kalah jumlah kursi partai penguasa yakni PDIP yang menguasai 33 kursi parlemen atau setara 60 persen dari total 55 anggota DPRD Bali, sementara Golkar hanya memiliki 8 kursi. Untuk kursi DPR RI Dapil Bali, PDIP masih kokoh mendominasi dengan 6 kursi dari total 9 kursi yang ada, sisanya 2 kursi milik Golkar dan 1 kursi milik Demokrat.

Jomplangnya kekuatan politik ini dan terlaju jauhnya jarak ataupun gap kekuatan politik Golkar dibandingkan PDIP mendapat perhatian serius Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto (AH) saat memberikan pengarahan dan instruksi kepada Anggota Fraksi Golkar DPR RI dari Dapil Bali dan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota se-Bali, di Wantilan Golkar Bali di Denpasar, Jumat sore (25/3/2022).

“Golkar di Bali memang nomor dua tapi antara satu dan dua terlalu jauh. Saya minta ini dipersempit,” tegas Airlangga di hadapan kadernya.

Baca Juga :
Telkomsel Bersama Cellular World Gelar Program GIFT

Dalam kesempatan ini hadir pula Waketum Nurul Arifin, Waketum Erwin Aksa, Ketua MPO Meutia Hafid, Ketua AMPG Ilham Permana, Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih (Demer) dan AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi), Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dr. Nyoman Sugawa Korry dan jajaran, Anggota Fraksi Golkar DPRD Bali dan Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Bali dan sejulah organisasi sayap Partai Golkar.

Seperti diketahui, Partai Golkar di Bali pada Pemilu Legislatif tahun 2019 menempati urutan kedua setelah PDI Perjuangan sebagai partai pemenang. Untuk itu, Airlangga Hartarto menilai kendati di posisi kedua namun perolehan suara Partai Golkar Bali terpaut cukup jauh dengan partai pemenang.

“Dia (partai pemenang) 1,2 meter (1,2 juta suara), Golkar 3 meter lebih (300 ribu suara), artinya apa kita harus kerja keras lagi melompat jauh lagi, kuncinya soliditas dan kekompakan,” terang Airlangga Hartarto yang disambut teriakan siap dari seluruh kader Golkar Bali yang hadir.

Bahkan Airlangga secara khusus memberikan target kursi DPR RI Dapil Bali untuk Golkar minimal harus direbut tiga kursi. Dimana saat ini hasil Pileg 2019 Golkar masih tetap bertahan dengan dua kursi yang diraih Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih (Demer) dan AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi).

“Dari Bali untuk DPR RI targetnya tiga, jangan dua,”tegas Airlangga lantas meminta kader Golkar serius bekerja untuk rakyat, bertenaga penuh alias full power kerja untuk rakyat dan memenangkan Golkar di Pemilu 2024. Bahkan calon presiden (capres) dari Golkar untuk Pilpres 2024 ini menantang agar kader-kader Golkar minimal mampu bertahan empat periode alias 20 tahun sebagai anggota legislatif di semua tingkatan.

Baca Juga :
Kemendagri Tugaskan 110 Personil Tim Pendamping Pemda dalam Tanggap Darurat Bencana 

“Fraksi Partai Golkar adalah ujung tombak partai Golkar dan harus bertenaga penuh. Contohnya Pak Demer yang sudah empat periode di DPR RI. Jadi minimal empat kali semua,” tegas Airlangga di hadapan kadernya.

 

Untuk itu, dalam pengarahan ini, politisi yang telah didukung bulat seluruh kader Golkar se-Indonesia untuk maju sebagai Capres RI 2024 ini meminta kepada kader Partai Golkar di seluruh Bali agar bekerja keras lagi jika ingin meraih kemenangan pada Pemilu yang akan digelar serentak pada 14 Februari 2024.

Kader-kader Golkar yang saat ini duduk di kursi legislatif, Airlangga Hartarto juga berharap agar terus turun ke masyarakat, membantu meringankan kesulitan masyarakat apalagi ditengah pandemi Covid-19.

“Dalam situasi ketidakpastian akibat pandemi ini kader Golkar jangan diam, jangan hanya turun saat jelang Pemilu, tapi harus terus bekerja turun ke masyarakat, apa kesulitan rakyat, bantu. Saya yakin dan optimis, kualitas kader Golkar di Bali bisa merebut kemenangan itu,” kata Airlangga Hartarto optimis yang disambut tepuk tangan para kader Golkar Bali yang hadir.

Airlangga Hartarto yang didampingi, Waketum Nurul Arifin, Waketum Erwin Aksa, Ketua MPO Meutia Hafid, Ketua AMPG Ilham Permana ini kembali mengingatkan agar seluruh kader Partai Golkar menjalankan doktrin karya dan kekaryaan Partai Golkar yang pada intinya turun membangun daerah, membangun kesejahteraan masyarakat karena suara rakyat adalah suara Golkar.

“Golkar harus semakin bertenaga, makanya kita merekrut fungsionaris yang bertenaga, kalau tidak kita tidak bisa melawan, tidak bisa menang,” tegas Airlangga Hartarto yang juga dikenal sebagai Menteri Perekonomian ini.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry menyambut baik dan apresiasi pengarahan dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto (AH). Dihadapan Ketum Airlangga Hartarto bersama jajaran DPP yang hadir, Sugawa Korry melaporkan pencapaian jumlah KTA Golkar Bali masih tertinggi secara nasional.

Baca Juga :
Kado HUT RI Ke-73, Tabanan Raih Platinum Kategori Pariwisata IAI 2018

Sugawa Korry yang juga Wakil Ketua DPRD Bali  juga melaporkan kepada Anggota Fraksi Golkar DPR RI dari Dapil Bali dan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota se-Bali, di Wantilan Golkar Bali di Denpasar, Jumat sore (25/03/2022) bahwa kelengkapan KTA (Kartu Tanda Anggota) Golkar, pencapaian jumlah KTA Golkar Bali masih tertinggi secara nasional. (wid)