Denpasar (Metrobali.com) –

Bali terus menunjukkan tren positif dalam kepercayaan konsumen memasuki awal tahun 2025. Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia Provinsi Bali pada Januari 2025, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat meningkat sebesar 3,9% month-to-month (mtm) dari 139,5 menjadi 144,9. Kenaikan ini mencerminkan optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi di Pulau Dewata.

Secara nasional, IKK tetap stabil di angka 127,2, meskipun sedikit menurun dari 127,7 pada bulan sebelumnya. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyatakan bahwa sentimen positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Bali di tengah dinamika global dan nasional.

Beberapa faktor utama yang mendukung peningkatan IKK di Bali meliputi:

Inflasi yang terkendali di angka 2,41% year-on-year (yoy) pada Januari 2025.

Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang mendorong peningkatan konsumsi.

Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) naik 5,8% (mtm) menjadi 154,8, didukung oleh sektor lapangan kerja dan pendapatan.

Komponen utama yang berkontribusi terhadap optimisme konsumen antara lain:

Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja meningkat 10,1% (mtm) menjadi 158,0.

Indeks Ekspektasi Penghasilan naik 6,1% (mtm) menjadi 157,5.

Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha tumbuh 1,4% (mtm) menjadi 149,0.

Peningkatan ini mengindikasikan optimisme masyarakat Bali terhadap ekonomi dalam enam bulan ke depan, yang didukung oleh pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali yang semakin baik.

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mengalami kenaikan dari 132,7 menjadi 135,0 (1,8% mtm). Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan ini meliputi:

Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja naik 3,5% (mtm) menjadi 148,0.

Indeks Konsumsi Barang Kebutuhan Tahan Lama meningkat 1,3% (mtm) menjadi 117,0.

Indeks Penghasilan Saat Ini bertambah 0,4% (mtm) menjadi 140,0.

Kenaikan indeks ini menunjukkan persepsi positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini, yang berpotensi meningkatkan daya beli serta konsumsi rumah tangga.

Erwin Soeriadimadja menekankan bahwa menjaga stabilitas harga sangat penting untuk mempertahankan daya beli masyarakat Bali. Sentimen positif konsumen yang tetap terjaga diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Bali.

“Sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas harga serta memperkuat daya beli masyarakat,” ujarnya.(rls)