Waktu Ngemil dan Camilan yang Disarankan Para Pakar Diet
Padatnya kesibukan dan aktivitas yang serba cepat tak ayal membuat kita melewatkan jam makan. Baik secara sadar, maupun tidak.
Terkadang kita tak sadar kalau tubuh memerlukan nutrisi di jam-jam sibuk, sehingga di akhir hari rasa lapar itu baru datang dan membuat nafsu makan tak terkontrol dengan baik. Akibatnya Anda makan ketika tubuh tak terlalu banyak membutuhkan energi, dan kekurangan nutrisi justru di saat memerlukannya.
Jika makan siang jadi sering terlupakan karena terlalu sibuk, Anda bisa menyiasatinya dengan memperbanyak jam makan agar tidak timbul penyakit maag dan nafsu makan tetap terkontrol.
Memperbanyak jam makan, bukan berarti menambah porsi makan. Tapi untuk menjaga energi tetap stabil seharian. Pakar diet menyarankan untuk makan empat hingga lima kali sehari, setiap beberapa jam sekali.
“Makan dengan porsi lebih kecil dan sering tidak hanya membuat Anda berenergi dan lebih fokus, tapi juga membantu metabolisme tubuh bekerja maksimal jadi kalori juga terus terbakar,” terang nutritionist Brigitte Zeitlin, M.P.H., R.D., C.D.N., seperti dikutip dari Self.
Tidak hanya frekuensi makan saja yang penting. Diet Anda pun perlu diperhatikan. Diet baik itu camilan atau makanan utama haruslah mengandung gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, serat dan lemak.
Karbohidrat berfungsi sebagai penyedia energi sementara protein dan lemak punya efek mengenyangkan. “Ketika Anda menambahkan lemak dan protein ke dalam karbohidrat, karbohidrat akan dilepaskan secara perlahan ke aliran darah dan makanan akan dicerna jauh lebih lambat,” ujar nutritionist asal Toronto Abby Langer, R.D.
“Artinya Anda akan merasa kenyang lebih lama dan tidak akan terjadi lonjakan maupun penurunan gula darah,” tambah Abby.
Kapan saja waktu ngemil yang disarankan di antara jam makan, dan apa saja yang sebaiknya disantap?
10.00 – 10.30
Biasa disebut juga dengan brunch, ngemil pada jam-jam ini akan menjaga gula darah dan energi tetap stabil ketika Anda telat atau melewatkan makan siang. Brigitte menyarankan brunch sebaiknya tidak lebih dari 200 kalori sekali makan. Camilan yang bisa dipilih pada jam ini bisa berupa satu ons kacang-kacangan karena tinggi akan protein, serat dan lemak sehat.
Alternatif lainnya adalah selembar roti gandum dengan irisan alpukat, olesan keju atau selai kacang. Roti gandum yang kaya akan serat dan karbohidrat kompleks, dipadu dengan olesan mengandung lemak serta protein akan menyediakan nutrisi yang cukup dan perut terasa kenyang hingga jam makan siang.
16.00 – 16.30
Wajar jika Anda lapar beberapa jam setelah makan siang dan merasa ingin ngemil. Menyantap camilan sebelum makan malam tidaklah ‘terlarang’ bahkan dianjurkan untuk mencegah Anda kalap makan saat malam hari. Selain itu pada jam ini gula darah juga menurun sehingga tubuh perlu tambahan energi.
Buah sangat disarankan sebagai camilan sore. Anda bisa makan apel atau pisang dengan olesan selai kacang sebagai tambahan protein. Kacang almond umumnya lebih sehat ketimbang kacang tanah. Tapi karena kalori serta kolesterolnya juga tinggi, batasi konsumsinya hanya satu sendok makan sekali makan. Alternatif lainnya adalah kurma dan keju, atau popcorn dengan sedikit lelehan butter tawar.
“Mengenyangkan, hanya mengandung sedikit lemak, protein, dan karbohidrat, dan kaya serat. Camilan yang bagus,” kata Abby. (hst/eny) Sumber : Wolipop
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.