Jakarta, (Metrobali.com)- 

Aliansi Borneo Bersatu mendatangi DPR untuk menyampaikan aspirasi mereka atas pernyataan Edy Mulyadi yang menyinggung lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Pasalnya, Edy Mulyadi mengatakan lokasi IKN baru tidak strategis, dengan menggunakan istilah “tempat jin buang anak”.

Ketua Aliansi Borneo Bersatu Cucun H Umar mengungkapkan bahwa Edy Mulyadi harus menerima hukuman adat atas ucapannya tersebut.

“Dengan ini menyatakan sikap, satu, mengecam pernyataan Edy Mulyadi Cs yang diunggah yang bersangkutan di medsos pada Selasa 18 Januari 2022 dengan konten yang berisikan penghinaan dan pelecehan terhadap pulau Kalimantan dengan mengatakan Kalimantan adalah tempat pembuangan anak jin, dan hanya monyet yang mau tinggal disana yang melukai hati masyarakat Kalimantan secara umum,” kata Cucun, dikutip Jumat (28/1/2022).

Sebanyak 20 anggota Aliansi Borneo Bersatu datang ke ruang rapat Komisi III. Mereka memakai pakaian khas adat Kalimantan. Audensi ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi III Pangeran Khairul Saleh.

Berikutnya, Aliansi Borneo Bersatu juga mendukung langkah-langkah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk melakukan proses hukum terhadap Edy Mulyadi dan kawan-kawan.

Secara spesifik, Aliansi ini mendukung langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan penegakan hukum.

“Empat, mendesak dilaksanakannya sidang adat, sidang adat Dayak terhadap Edy Mulyadi cs,” tambah Cucun.

Sebelumnya diberitakan, Edy Mulyadi menjadi pembicaraan publik beberapa waktu terakhir. Pasalnya, Edy memberikan pernyataan yang menyinggung daerah Kalimantan. Pernyataan itu berkaitan dengan kritikan Edy yang menolak perpindahan IKN ke Kalimantan Timur dengan menyebutkan istilah “tempat jin buang anak”.

Dalam video yang beredar Edy Mulyadi mengkritik bahwa lokasi IKN baru tak strategis dan tidak cocok untuk berinvestasi.

Baca Juga :
International Seminar BI Instutute On Neuro-Economic Leadership

“Bisa memahami enggak, ini ada tempat elite punya sendiri yang harganya mahal punya gedung sendirian, lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak,” ujar Edy dalam sebuah video. (RED-MB)