Nanning (Metrobali.com) –

Lebih dari 1.000 siswa dan staf pengajar satu sekolah menengah di China Barat-daya terjebak oleh banjir setelah hujan badai yang dipicu oleh Topan Super Haiyan melanda daerah tersebut, kata beberapa petugas pertolongan pada Selasa.

Hujan lebat membuat Sekolah Menengah No.1 terendam di Kota Praja Sanli di Kota Guigang, Wilayah Otonomi Guangxi Zhuang, pada pukul 07.03 waktu setempat, Selasa, dan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Semua orang yang terjebak di gedung sekolah tersebut telah dipindahkan ke lantai dua atau yang lebih tinggi, sementara operasi pertolongan sedang berlangsung, kata Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang.

Hujan lebat mengguyur Guangxi saat Topan Haiyan mencapai wilayah tersebut pada Senin pagi (11/11).

Hujan lebat telah menewaskan satu orang dan mempengaruhi hampir satu juta orang di Guangxi. Sebanyak 250.000 orang kehilangan tempat tinggal dan 249 rumah ambruk.

Topan Haiyan telah menewaskan enam orang di China, termasuk empat orang di Provinsi Hainan. Mereka tewas setelah cedera terkena pecahan kaca atau tembok, dan dua dari tujuh anggota anggota satu kapal barang yang berbendera Guangxi.

Tambang kapal yang sedang berlabuh tersebut putus pada Ahad (10/11). Dua mayat ditemukan pada Senin, dan sisa lima anggota awak kapal belum ditemukan. (Ant/Xinhua-OANA)

 

Baca Juga :
Bupati Badung Serahkan 200 Sertifikat Kompetensi Bagi Tenaga Kerja Pariwisata