SUDIKERTA (6)

Denpasar (Metrobali.com)-

Wakil gubernur Bali I Ketut Sudikerta dalam keterangannya di Denpasar, Kamis (11/2) menjelaskan jika pembangunan underpass yang ada diseputaran bandara ngurah Rai akan segera dilakukan oleh pemerintah. “Pembangunan underpass diseputaran bandara Ngurah Rai sudah dalam pembahasan dan tahun ini telah masuk dalam APBNP,” ujar Wagub.

Mengenai berapa nilainya dari proyek tersebut Wagub mengatakan tidak ingat pasti, pasalnya itu menyangkut urusan tehnis namun yang jelas pembangunan itu akan tetap dilaksanakan. “Berapa nilai proyek itu, saya bukan orang tehnik jadi saya hanya pemegang kebijakan, jadi nanti tolong konfirmasi pada pihak balai (PU, red) sebagai pelaksana proyek,” ucapnya.

Ketika disinggung berapa lama pengerjaan proyek itu, Wagub mengatakan, tentu akan memakan waktu yang cukup lama. “Tidak bisa dipungkiri jika pembangunan proyek ini akan memakan waktu yang cukup lama bisa jadi satu tahunan,” jelasnya.

Wagub juga mengharapkan masyarakat agar memaklumi selama pengerjaan proyek itu akan menimbulkan kemacetan. “Tidak bisa dipungkiri jika selama pengerjaan proyek akan mengalami kemacetan, untuk itu saya minta masyarakat menyadarinya,” imbuhnya.

Lantas ia juga menjelaskan, diawal kita memang akan susah kemacetan dan “krodit” itu sudah pasti, namun setelah jalan itu jadi semua akan menikmati. “Oleh karena itu, tolong masyarakat pengguna jalan sadar bila terjadi kemacetan, karena sifatnya hanya sementara, jangan marah, dan jangan sampai terlontar ucapan Gubernur, Wagub, Bupati tidak menjalankan tugasnya, karena pekerjaan ini bagian dari amanat rakyat yang mesti dijalankan,” tandasnya.

Wagub tidak memungkiri jika konsep jalan yang dibangun di Bali itu kecil kecil, beda dengan Jakarta karena itulah ia meminta masyarakat untuk mendukung pembangunan underpass yang tujuan akhirnya untuk menghindari kemacetan yang lebih parah lagi nantinya.

Baca Juga :
Pertamina Hadirkan Dexlite di Bali

Dikesempatan yang sama Wagub juga menjelaskan, jika pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap publik transport “Trans Sarbagita”, menurutnya kapasitas 50 rupanya tidak layak, yang layak ucapnya kapasitas menengah yaitu dengan kapasitas 25 orang. “Trans Sarbagita dengan kapasitas 50 orang kurang begitu layak, namun yang layak kapasitas menengah dengan kapasitas 25 orang, pasalnya jalan kita di Bali dibangun dengan konsep jalan kecil, lain halnya dengan jakarta,” tukas Wagub.

Lantas ia menginginkan kedepan kapasitas bis itu bisa diperbaiki, sesuai dengan ruas jalan yang ada. “Kita akan sesuaikan keberadaan bis yang ada saat ini, nanti kita akan perbanyak, juga jarak tempuhnya hingga nanti bisa melayani masyarakat tepat waktu. Dan yang penting semua yang dilakukan pemerintah demi untuk kepentingan masyarakat Bali khusunya,” tutup Wagub. AW-MB