Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Wiranto: Aparat keamanan terus tangani kericuhan Papua

Metro Bali
single-image

Menko Polhukam Wiranto. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz

Jakarta (Metrobali.com) – ​​​​
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebutkan aparat keamanan masih terus melakukan penanganan pascaricuh yang terjadi di Wamena, Papua.

“Sekarang masih terus ya penanganan dilakukan aparat keamanan, yah, terutama di Wamena ada pembakaran dan sudah ada korban juga dari kedua belah pihak,” kata Wiranto kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin.

Wiranto tidak menjelaskan secara perinci situasi keamanan di Papua, khususnya di Wamena.

“Secara perinci nanti karena disampaikan oleh Humas Mabes Polri atau besok setelah kita dapat laporan lengkap kami sampaikan kepada masyarakat agar tidak ada kekeliruan,” kata Wiranto.

Mantan Panglima ABRI ini menginginkan agar penjelasan terkait dengan kericuhan di Wamena akan dilakukan secara profesional dan tidak sembarangan.

“Karena ini menyangkut keamanan nasional,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol. Rudolf Rodja menyebutkan empat orang meninggal akibat demo anarkis yang terjadi di Waena, Senin, termasuk seorang anggota TNI AD.

“Benar dari empat orang yang meninggal, termasuk tiga warga sipil dan satu anggota TNI AD. Pada saat ini, jenazahnya masih di RS Bhayangkara,” kata Kapolda.

Penyebab kematian ketiga warga sipil itu, kata Kapolda, belum dapat dipastikan karena masih diperiksa dokter.

Ia menyebutkan penyebab kematian Praka Zulkifli, anggota Yonif 751 Raider, akibat luka-luka diduga terkena benda tajam dan lemparan batu.

Dari laporan yang diterimanya, terungkap aksi anarkis yang dilakukan pedemo itu terjadi di kawasan Expo, Waena saat mereka dipulangkan dari halaman Universitas Cenderawasih dengan menggunakan 15 truk.

Namun, saat melintas di Jembatan Waena, mereka minta diturunkan, lantas menyerang anggota TNI AD yang sedang sarapan.

Baca Juga :
Maknai Hari Lahir Pancasila dengan Semangat Bersatu, Berbagi dan Berprestasi

“Usai menyerang, pedemo melarikan diri ke kawasan Expo sambil menyerang pasukan,” jelas Irjen Pol. Rodja yang pernah sebagai Kapolda Papua Barat. (Antara)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.