Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Waspada DBD! Karang Taruna Denpasar “Kepung” Peguyangan Kangin dengan Fogging

Metro Bali
single-image

Foto: Aksi sosial fogging mencegah DBD dari Karang Taruna Kota Denpasar di Desa Peguyangan Kangin, Minggu (17/5/2020).

Denpasar (Metrobali.com)-

Karang Taruna Kota Denpasar tidak lelah terus totalitas melakukan berbagai aksi sosial di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Selain bersinergi dan gotong royong dengan berbagai pihak melakukan progam pencegahan dan penanganan dampak Covid-19 misalnya dengan penyemprotan desinfektan hingga pembagian paket sembako, Karang Taruna Denpasar juga memberikan perhatian serius pada pencegahan demam berdarah dengue (DBD).

Progam pengasapan atau fogging massal secara mandiri pun terus dilakukan sambil memberikan edukasi kepada warga. Hal ini seperti yang dilakukan Karang Taruna Denpasar di Desa Peguyangan Kangin bersama sejumlah pihak Minggu (17/5/2020).

Fogging massal dilakukan Ketua Karang Taruna Kota Denpasar I Ketut Ngurah Aryawan secara gotong royong dengan dukungan kader Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar Ketut Sudana.

Aksi fogging juga bersinergi TNI ,masyarakat setempat dan didukung penuh Perbekel Desa Peguyangan Kangin I Wayan Susila.

“Lewat fogging ini kami ingin menekan laju DBD karena penyakit DBD tidak bisa dipandang sepele. Justru lebih dasyat dan bisa mematikan bila kita tidak melakukan pencegahan dengan rutin dan disiplin,” kata Ngurah Aryawan usai aksi fogging juga ini.

Aksi fogging kali ini dilakukan di 11 dusun/banjar di Desa Peguyangan yakni Cengkilung, Kedua, Jenah, Ambengan, Peninjoan, Kayangan, Bantas, Jurang Asri, Pengukuh, Purnama Asri dan Tunjung Sari.

“Kami hadir menyelesaikan masalah bukan pencitraan. Dan aksi fogging ini program rutinitas yang kami jalankan,” kata Ngurah Aryawan.

Ia mengungkapkan bahwa aksi sosial fogging pencegahan DBD ini merupakan bagian dari progam rutin bakti sosial Karang Taruna bersamaan juga dengan upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga :
Wall Street Hentikan Penurunan Empat Hari Beruntun

“Minggu depan kami lakukan fogging di Kelurahan Peguyangan sekaligus penyemprotan desifektan. Jadi kami kolaborasikan pencegahan DBD dan Corona,” kata Ngurah Aryawan.

Tokoh Peguyangan Kangin yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar Ketut Sudana mengajak selain mewaspadai penularan Covid-19, warga Denpasar juga harus mewaspadai DBD. Sebab ancaman kasus DBD pun masih cukup tinggi dibarengi dengan ancaman kematian yang tinggi pula.

“Kita memang menghadapi dua ancaman saat ini yakni Covid-19 dan ancaman DBD. Dua ancaman ini tidak boleh kita abaikan sebab semuanya berbahaya,” kata Sudana yang juga kader Partai Gerindra Kota Denpasar ini.

Pihaknya pun mengapresiasi kepedulian Karang Taruna Kota Denpasar dan berbagai pihaknya lainnya yang gotong royong melakukan pencegahan DBD khususnya juga di Desa Peguyangan Kangin lewat aksi fogging ini.

Apresiasi serupa disampaikan Perbekel Desa Peguyangan Kangin I Wayan Susila. “Semoga kepedulian dan partisipasi Karang Taruna Kota Denpasar ini mampu mencegah DBD di daerah kami,” kata Susila.

Seperti diketahui, kasus DBD di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, di Indonesia sejak 1 Januari sampai 27 April 2020 tercatat 49.563 kasus DBD.

Angka terbanyak berada di Jawa Barat (6.337 kasus), Bali (6.050 kasus), Nusa Tenggara Timur (4.679 kasus), Lampung (4.115 kasus), dan Jawa Timur (3.715 kasus).

Pada periode yang sama, tercatat 310 kasus kematian. Kasus tertinggi di Nusa Tenggara Timur (48 kasus), Jawa Tengah (39 kasus), Jawa Barat (33 kasus), Jawa Timur (31 kasus), dan Lampung (17 kasus).

Untuk di Bali, Denpasar menjadi salah satu daerah yang angka kasus DBD-nya cukup tinggi. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar, ada peningkatan tajam kasus DBD periode Januari-April 2020 dibanding periode yang sama pada tahun 2019 lalu.

Baca Juga :
Seknas Surabaya Siap Tangkal Isu Sudutkan Jokowi

Pada Januari-April 2019 ada 592 kasus DBD yang tercatat di Kota Denpasar. Sementara data Januari hingga 22 April 2020 kasus DBD di Denpasar mencapai 832 kasus. Sedangkan awal Mei 2020 ini, kasus DBD di ibukota Provinsi Bali ini sudah mencapai 1.034 kasus.

Dengan masih tingginya ancaman DBD ini, Karang Taruna Denpasar mengajak masyarakat berperan aktif mencegah dan memberantas DBD dengan gerakan pemantauan jentik berkala dan melakukan program pemberantasan sarang nyamuk DBD secara masif.

Masyarakat juga diharapkan  rutin secara mandiri melakukan gerakan 3 M Plus, yakni menguras, menutup, menyingkirkan/mendaur ulang, dan menaburkan bubuk larvasida (bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dbersihkan.

“Mari kita disiplin dan bersama-sama gotong royong cegah DBD dan Covid-19. Bersama kita bisa,” tutup Ngurah Aryawan. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.