Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Warga Setuju, Penataan Parkir Manik Mas Berlantai Empat di Besakih Segera Dilaksanakan

Metro Bali
single-image

Gubernur Bali menggelar Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Infrastruktur Pelindungan Kawasan Suci Besakih pada Kamis (07/11/2019).

Karangasem, (Metrobali.com) –

Penataan Parkir Manik Mas segara dilaksanakan setelah warga beserta pemilik lahan dikawasan tersebut setuju atas rencana Gubernur Bali, I Wayan Koster terkait dengan penataan area parkit Pura Besakih yaitu di kawasan Manik Mas, Besakih, Rendang, Karangasem.

“Saya bersama keluarga setuju sekali dengan konsep penataan yang ditawarkan oleh Pemerintah,” kata I Gusti bagus Karyawan salah seorang perwakilan warga pemilik lahan dikawasan Manik Mas, Besakih saat Gubernur Bali menggelar Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Infrastruktur Pelindungan Kawasan Suci Besakih pada Kamis (07/11/2019).

Dalam Konsultasi public rencana pembangunan infrastruktur Pelindungan Kawasan Suci Besakih tersebut, Gubernur Koster mengajak langsung I Nyoman Popo Priatna Danes selaku arsitek yang dipercaya untuk merancang seluruh rencana pembangunan infrastruktur termasuk kawasan parkir Manisk Mas.

Disana pria kelahiran Banyuatis yang lebih dikenal dengan panggilan Popo Danes tersebut memaparkan gambaran tentang penataan lahan parkir yang akan dilakukan dimana nantinya akan dibangun tempat parkir dengan empat laintai kebawah dengan estimasi mampu menampung kendaraan pemedek sekitar 2.045 kendaraan.

“Konsep kita bikin empat lantai kebawah. Lantai yang paling atas jatuhnya seperti lokasi semula dan khusus untuk parkir bus karena ukuran bus cukup tinggi sedangkan dilantai bawah khusus untuk mobil mobil biasa berukuran sedang,” kata Popo Danes.

Tak hanya penataan kawasan parkir, sirkulasinya pun nanti juga akan ditata sedemikian rupa seperti pembuatan jalur baru, harapannya nanti dijalur utama steril dari lalu lalang kendaraan bahkan rencananya juga akan disediakan kendaraan listrik yang khusus diperuntuhkan untuk mengangkut pemedek lansi dan yang berkebutuhan khusus sementara pemedek lainnya akan berjalan kaki dari parkir Manik Mas menuju Pura Besakih.

Baca Juga :
Permudah Wajib Pajak, e-Samsat Diharapkan Tuntas di Satu Tempat

Selain persoalan parkir, penataan pedagang juga akan dilakukan dimana sesuai dengan data saat ini dikawasan Besakih terdapat sekitar 471 pedagang nantinya pemerintah akan menyiapkan sebanyak 501 buah kios yang diperuntuhkan untuk para pedagang tersebut. Bahkan Gubernur Koster juga berencana nantinya yang bisa menggunakan dan memiliki los tersebut diutamakan untuk warga Besakih.

Didalam desainnya, Popo Danes juga mengatkan bakal dibangun res area dan bangunan serba guna dua lantai dengan kapasitas menampung hingga lebih dari  600 orang perlantainya. Selain itu juga akan dibangun fasilitas toilet yang modern dengan kapasitas bisa menampung 40 orang sekaligus bahkan rencananya bahan yang akan digunakan pun khusus mengingat ketika upacara besar di Pura Besakih ribuan pemedek akan dating yang tentunya memilih kualitas yang tidak mudah rusak serta mudah dibersihkan.

”Kita pilih bahan yang kualitasnya baik lah disamping juga akan mudah dibersihkan,”terang Popo.

Sementara itu, Gubernur Koster dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru. Program ini tertuju pada pustaka Pure Agung Besakih diantaranya ada beberapa Pure di Besakih, siklus Upacara atau Karya di Besakih dan Pelinggih pelinggih bangunan pure yang harus kita benahi atau renopasi sehingga Pure  atau tempat suci yang disucikan bisa terlihat bersih dan rapi karena besakih ini adalah hulunya pulau Bali dan ini harus dibenahi oleh karena itu mari kita benahi dari hulu dan mesti harus dibuat dengan bagus

Lanjut Koster, dari semua itu juga akan dilakukan perbaiki tatanan inspratruktur yang ada dikawasan suci Pure Besakih baik dari Prahyangan, Pawongan dan Palemahan. “Untuk Insfratuktur pelinggih akan kami smakan baik dari bahan bangunan maupun warnanya disamping penataan seluruh bangunan dan fasilitas yang ada di areal suci dari mandala soring ambal-ambal sampai luhuring ambal-ambal seperti warung, toilet, tempat parkir dan bangunan sejenisnya,” ujar Gubernur Koster.

Baca Juga :
Instagram Stories kini punya stiker

Untuk seluruh program Pembangunan Infrastruktur Pelindungan Kawasan Suci Besakih tersebut, Koster memaparkan dalam pembiayaannya menggunakan dana APBN sebesar Rp 1,6 Triliun. Sedangkan Pemprov Bali sendiri hanya bertugas untuk bagian pembebebasan lahanya saja dengan total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 60 miliar untuk tahap pertama. (SUA)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.