Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Warga Pertanyakan Perataan Lahan di Pekutatan

Metro Bali
single-image

Aktifitas perataan lahan dan pembangunan pondasi di dekat jembatan Pekutatan dipertanyakan sejumlah warga

Jembrana (Metrobali.com)-
Aktifitas perataan lahan dan pembangunan pondasi di dekat jembatan Pekutatan dipertanyakan sejumlah warga. Selain tidak ada papan informasi, pembangunan juga terkesan dipaksakan.
Dari informasi pekerjaan sudah berlangsung hampir sebulan. Sedikitnya tiga orang pekerja bergantian mengerjakan pondasi. Kendati demikian warga belum juga mengetahui untuk apa nantinya pembangunan tersebut.
Lahan yang sebelumnya kebun ini dibersihkan dan diratakan dengan menurunkan alat berat untuk dijadikan lahan terbuka. Pengerjaan diawali dengan pembuatan jalan untuk menuju ke lahan tersebut.
Pemucuk desa, Nengah Suardana mengatakan awalnya juga tidak mengetahui untuk apa lahan disisi Selatan Jembatan Pekutatan itu diratakan. Namun setelah bertanya ke desa dinas, dirinya baru mengetahuinya.
“Lahan itu katanya akan digunakan untuk tempat pembuangan sampah dari desa. Besok akan ada rapat sosialisasi” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Adi (29) salah seorang warga lainnya. “Sempat tanya, katanya untuk TPS desa. Tapi kenapa tidak ada papan informasi. Pemberitahuan juga tidak ada” jelasnya.
Pj Perbekel Pekutatan, Nyoman Sukesajayasa mengatakan pembangunan itu memang untuk tempat pembuangan sampah (TPS) dengan menggunakan APBDesa sebesar Rp.200 juta.
Desa menurutnya bekerjasama dengan desa adat yang diperkuat dengan MoU. Lahan yang digunakan merupakan lahan pelaba desa adat yang sertifikatnya keluar tahun 2019 ini.
Proyek tersebut sudah melalui perencanaan dan direncanakan sejak tahun 2018 dan baru terealisasi tahun 2019 ini. Namun ia tidak bisa menjelaskan kenapa proyek yang direncanakan sejak tahun 2018 itu tidak ada pemberitahuan dan papan informasi (papan proyek) sejak proyek itu mulai dikerjakan. (Komang Tole)
Bagikan :
Baca Juga :
Delegasi IMI Hadiri FIA Region II Meeting  Untuk Kembangkan Aktivitas Bidang Wisata Di Indonesia    

Leave a Comment

Your email address will not be published.