Warga Keluhkan Beras Raskin Berbau Tidak Layak Untuk Dikonsumsi

Metro Bali
single-image

Beras Raskin Busuk dan Berbahu

Klungkung ( Metrobali.com )-

Fakir miskin dan Anak Yatim dipelihara oleh Negara hal ini tercantum dalam Pasal 34 ayat 1 UUD 1945. Namun dalam kehidupan yang sebenarnya berbeda jauh dengan Pasal dan Ayat tersebut. Malah mereka banyak tidak mendapat kan haknya sebagai warga negara Indonesia. Sungguh malang nasib rakyat miskin di Negeri kita ini, nampaknya mereka tidak layak hidup di Bumi Pertiwi ini. Untuk apa gunanya hidup kalau Pemerintah tidak mau ambil pusing tentang mereka. 

Seperti apa yang Metrobali temukan terkait jatah Raskin yang diberikan pemerintah kepada masyarakat miskin tapi bantuan beras ini bukan cuma-cuma, masyarakat harus merogoh uang sebanyak Rp 24.000,- untuk satu karung beras dengan isi 15 Kg. Aneh dengan Pemerintah kita ini berdalih dengan tema bantuan malah mencari ke untungan di situ. Beras raskin yang di salurkan Pemerintah tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat miskin, karena berasnya berkutu dan berhabu.

Salah satu warga Besang Kawan Kelurahan Semarapura Kaja Klungkung mengeluhkan beras yang diterimanya. Ini bukan kali pertama beras semacam ini diterima yang tidak layak untuk dimakan. “ Saya harus mengadu ke mana dengan keadaan beras seperti ini, “ keluh keluarga Alm Nengah Tunggal sambil memperlihatkan satu karung beras yang diterimanya bulan September.  Dia begitu kesal dengan pemerintah karena beras yang dibeli kenapa berasnya berkutu dan berbahu. “ Apa pemerintah mau membunuh kami dengan cara ini,” ujarnya dengan kesal. Bahkan Ia berencana mengembalikan beras tersebut ke kantor Lurah. “ Lihat pak dikarung beras ini tercantum Diproduksi bulan 4 tahun 2013 UPGB – Arjasa Situbondo. Saya heran kenapa beras ini sebelum dibagikan pihak Kelurahan Semarapura Kaja tidak mengecek terlebih dahulu, “ ucapnya.

Sementara itu Kelurahan Semarapura Kaja Wayan Budiarsana saat di konfirmasi Rabu ( 8/9 ) sekira pukul 08.15 wita mengaku selama ini warganya yang menerima Raskin tidak ada  mengelauh terkait beras yang dirterimanya. Ia katakan ketika beras datang ada Staf yang menerima dan mengecek beras tersebut baik namun dirinya tidak menampik kalau beras yang dicek kebetulan bagus. “ Jika ada warga menerima beras tidak layak dikonsumsi saya minta untuk mengembalikan ke Kantor Lurah, “ pintanya. Dudiarsana mengaku akan minta Kepala lingkungan untuk mengecek beras yang diterima warganya.

Dengan temuan Metrobali dilapangan tersebut pemerintah harus bertindak tegas dan bulog harus bertangung jawab atas beras yang tidak layak di konsumsi ini. SUS-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Bio Farma Indonesia Dukung Pencegahan Penyakit Tifoid

Leave a Comment

Your email address will not be published.