Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Warga Belanda ditemukan meninggal di dalam kamar hotel, diduga karena sakit

Metro Bali
single-image

Balinetizen.com, Mangupura-

Pada Jumat tgl 24 Januari 2020, Pkl 07.00 wita, telah meninggal dunia orang asing di dalam kamar No 217, hotel Palem Garden, Jln Poppies II No 19 Kuta Badung.

Identitas korban bernama Katerina Litaay Huwae, perempuan, tanggal lahir Saparua Ambon tgl 01-03-1946, umur 73 tahun, Kristen, pek. Pensiun, kebangsaan Nederland, No Passport : NX5H15H56, Als : Hotel Palem Garden, kamar No 217, Jln Poppies II No 19 Kuta Badung, Alt : Vondelstraat 112 7442 WS Nyverdal Nederland Belanda.

Korban cek in di hotel Palem Garden tgl 15 Desember 2019 dan rencana out tgl 24 Januari 2020.

Korban menempati kamar No 217 bersama adik kandung perempuanannya an : Maria Harlotje Litaay dan adik kandung laki an : Markus Anthone Litaay yg menempati kamar No 218.

Kondisi di TK, Korban ditemukan sudah terbujur kaku diatas kasur spring bed. Dengan menggunakan baju kaos singlet warna merah, celana pendek warna biru, pada bagian kaki di tutupi selimut warna coklat. Posisi korban telentang mengadah kepala menghadap ketimur dan kaki lurus kebarat. Kedua tangan melipat menyilang di diperut. Tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.

Barang barang yang ditemukan di TKP :
– Tiga buah tongkat
– 2 buah botol minuman Coca cola yang masih berisi penuh dan 1 sudah habis, 1 botol minuman air mineral yang sudah di minum, 1 botol fresh tea yang sudah habis.
– 1 gelas air minum yang sudah di minum setengah
– 1 botol minyak telon ukuran mini
– 1 botol hand body
– 1 buah pengurisan elektrik yang masih dicash.
– 1 Buah tv.
– 1 mangkok dan kotak bubur beras yang sudah dimakan dan 1 bh pop mie gelas yang masih utuh
– 1 slop rokok camel masih utuh.
– 2 Bungkus rokok Marlboro masih utuh

Baca Juga :
Dukung Persipura-Qadsia Fc, Tribun Liverpool Digratiskan

Kronologis kejadian sebagai berikut. Pada hari Kamis tgl 23 Januari 2020, Pkl 23.00 wita, korban sempat minum Coca cola sekitar 1 gelas, kemudian dia tidur, sedangkan saksi I (adik perempuan korban) juga tidur di sebelah korban dalam satu ranjang, dan pagi hari hari ini Jumat tgl 24 Januari 2020, Pkl 07.00 wita.

Saksi  Maria Harlotje  membangunkan korban untuk minum obat, namun korban tidak mau bangun, setelah di pegang tangannya sudah terasa dingin setelah badannya di goyang goyang dan di panggil panggil korban tidak ada reaksi.

Maria Harlotje menganggap korban sudah meninggal dunia, lalu saksi memanggil adik lakinya yang tinggal di kamar 218 memberitahukan kakak (korban) sudah meninggal kemudian saksi II (adik laki korban) juga mengecek kondisi korban namun tidak ada respon dari korban, selanjutnya kejadian tersebut di laporkan ke pihak hotel untuk proses lebih lanjut.

Menurut keterangan saksi Maria Harlotje (adik kandung perempuan korban), korban selama hidupnya mempunyai riwayat sakit kalau di belanda namanya schild kleier (sakit pada leher) dan sudah mengesumsi obat dokter sejak dari 3 tahun lalu.

Nama – nama obat yang di konsumsi korban sesuai resep dokternya sbb :
– Furosimide.
– Levothyroxine
– Spironolacton.
– Metoprolol
– Omeprazol
– Acetylsalicylzuur
– Irbesartan
– Ezetimib
– Simvastatine
– Amlodipine
– Colecalciferol.

Pkl 09.50 wita jenazah korban di bawa ke kamar Jenazah RSUP Sanglah, dengan menggunakan mobil Ambulance RSUP Sanglah di dampingi keluarga korban.

Korban di temukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, di duga disebabkan karena sakit Yang sudah lama di deritanya, di dukung dari banyaknya jenis obat-obatan Yang di konsumsi korban.

Menurut keterangan dari adik kandung korban, jenazah akan di bawa ke Negaranya dan akan di kubur di sebelah kuburan suaminya Yang sudah meninggal satu tahun Yang lalu.

Baca Juga :
Piala Dunia Brazil Dibuka Tanpa Pidato

Editor : Hana Sutiawati

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.