Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Wamen : Kesalahan Tata Ruang Penyebab Infratsruktur Buruk

Metro Bali
single-image

Hermanto Dardak

Jakarta (Metrobali.com)-

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan kesalahan tata ruang yang kerap terjadi di sejumlah kota di berbagai daerah di Indonesia berkontribusi terhadap penyebab buruknya kondisi infrastruktur di berbagai kota tersebut.

“Kesalahan tata ruang kota di Indonesia menjadi penyebab pembangunan infrastruktur kalah bersaing dengan negara tetangga,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (6/9).

Selain itu, menurut dia, pola tata ruang di Indonesia tidak proporsionalnya perbandingan antara luas jalan dengan luas area.

Ia berpendapat, pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia dapat dipercepat dengan adanya dukungan dana yang kuat dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah terutama dari segi perencanaannya.

Sebelumnya, Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) menyatakan hampir separuh kota di Indonesia tidak nyaman untuk ditinggali sehingga membutuhkan pembenahan yang lebih baik.

“Saat ini hampir 50 persen kota Indonesia tidak nyaman dihuni, dan hal ini tidak berubah banyak dalam lima tahun terakhir,” kata Ketua IAP Bernardus R Djonoputro di Jakarta, Kamis (7/8).

Padahal, ia mengingatkan bahwa sejak tahun 2008, penduduk global lebih banyak yang hidup di kota dibandingkan dengan mereka yang hidup di desa, sedangkan fenomena ini di Indonesia terjadi sejak sekitar 2010.

Fakta itu, ujar dia, diikuti oleh berbagai persoalan yang kerap muncul di kawasan urban seperti kemiskinan, penyediaan perumahan, dan kualitas infrastruktur.

Selain itu, lanjutnya, kawasan perkotaan di wilayah Asia-Pasifik yang mencakup Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di dunia.

“Perumahan menjadi isu yang sangat sentral karena berkaitan dengan bagaimana kita bisa menumbuhkan kota-kota mandiri yang ‘livable’ (layak huni),” ujar Bernardus. AN-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
860 Petugas Gabungan Ikuti Apel Penertiban Bangunan Liar di Kawasan Industri Pulogadung

Leave a Comment

Your email address will not be published.