Wall Street Turun Tapi Masih Dekati Rekor Tertinggi

metrobali
single-image

New York, (Metrobali.com) –

Saham-saham di Wall Street berakhir turun tipis pada Jumat (Sabtu pagi WIB), namun masih mendekati rekor tertinggi menutup kinerja bulanan (Februari) terbaik sejak 2011.

Saham-saham mendapat bantuan dari perkiraan baru pertumbuhan ekonomi AS kuartal keempat yang datang lebih baik dari perkiraan.

Meskipun merosot 6,24 poin (0,30 persen) pada Jumat, indeks berbasis luas S&P 500 mencetak bulan terbaik sejak Oktober 2011, menempatkan kenaikan 5,5 persen, menjadi berakhir pada 2.104,50.

Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 81,72 poin (0,45 persen) menjadi 18.132,70, dan indeks komposit teknologi Nasdaq jatuh 24,36 poin (0,49 persen) menjadi 4.963,53.

Perkiraan resmi pertumbuhan AS pada kuartal Oktober-Desember direvisi menjadi 2,2 persen dari estimasi awal 2,6 persen.

Pemotongan tajam telah diperkirakan oleh pasar, dan analis mengatakan angka itu menunjukkan ekonomi sekarang sedang tumbuh pada kecepatan cukup besar 3,0 persen atau lebih baik.

Coca-Cola memimpin kenaikan saham-saham unggulan (blue-chips), melompat 2,0 persen karena melonjaknya keuntungan segera setelah menjadi mitra minuman energi Monster Beverages.

Saham Monster melonjak 13,1 persen dipicu kenaikan 65 persen pada keuntungan kuartal keempat, dibantu oleh kenaikan 12 persen dalam penjualannya.

Coke menandatangani kesepakatan Agustus lalu untuk membeli 16,7 persen saham di Monster, dan itu akan ditutup dalam beberapa bulan mendatang. Saham Monster telah naik dua kali lipat sejak kesepakatan itu diumumkan.

Pengecer pakaian The Gap melonjak 3,1 persen setelah dewan direksi mengumumkan kenaikan dividen dan menambahkan satu miliar dolar AS untuk pembelian kembali sahamnya.

Gap, pemilik merek Banana Republic dan Old Navy, mengatakan laba kuartal keempatnya naik 10 persen dari setahun sebelumnya, dan sedikit di atas perkiraan.

Baca Juga :
Pegadaian Kanwil VII Denpasar dan Kejari Denpasar Jalin MoU, Sinergi Bantuan Hukum Perdata Tangani Kredit Bermasalah

Perusahaan memperkirakan penurunan pada laba per saham tahun penuh 2015 menjadi 2,75-2,80 dolar AS dibandingkan dengan 2,87 dolar AS pada 2014, menyalahkan fluktuasi mata uang yang menantang dan dampak dari pemogokan panjang tiga bulan di pelabuhan West Coast yang berakhir pada Sabtu.

Pengecer yang sedang kesulitan JC Penney jatuh 6,8 persen setelah mengejutkan para pemegang sahamnya dengan kerugian 59 juta dolar AS untuk kuartal penting akhir tahun. Tetapi Penney mengatakan penjualannya naik 4,4 persen dari setahun sebelumnya.

Herbalife, pemasar langsung suplemen gizi, jatuh 10,9 persen setelah laporan kuartal keempatnya menunjukkan keuntungan yang kuat tetapi pendapatannya lebih rendah dari perkiraan.

Harga obligasi sedikit lebih rendah. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun naik menjadi 2,00 persen dari 1,99 persen pada Kamis, sementara pada obligasi 30-tahun naik ke 2,60 persen dari 2,59 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah.

(Ant) –

 

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.