Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Wagub Sudikerta Serahkan 7 Bantuan Bedah Rumah Dari BMPD di Bangli

Metro Bali
single-image

Wagub Sudikerta potong pita

Wagub Sudikerta potong pita/MB

Bangli (Metrobali.com)-

Wagub Ketut Sudikerta menyampaikan apresiasi Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) untuk mendukung upaya Pemprov Bali dalam mengentaskan kemiskinan di Bali dengan memberikan bantuan bedah rumah bagi 7 keluarga kurang mampu di Kecamatan Susut , Bangli.

Ia berharap langkah ini dapat ditiru oleh lembaga-lembaga, kelompok, atau individu lainnya sehingga karena menurut data RTM yang tersisa saat ini sekitar 9.500 jiwa. Demikian terungkap saat  Wagub menyerahkan secara resmi bantuan Bedah Rumah CSR Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Bali kepada 7 penerima Bedah Rumah di Bangli yang dipusatkan di rumah keluarga Nyoman Suardana, Br. Pukuh, Ds. Susut, Kec. Susut, Kab. Bangli, Rabu (4/5).

 “Kita harus apresiasi program yang dilaksanakan BMPD ini sebagai satu bentuk kepedulian kepada RTM yang ada di Bali, disamping ikut mensukseskan program prioritas unggulan Bali Mandara yang dilaksanakan Pemprov Bali. Semoga ini dapat menjadi contoh untuk ditiru oleh lembaga-lembaga, kelompok, maupun individu masyarakat Bali untuk ikut mempercepat pengentasan kemiskinan di Bali,” tegas Sudikerta.

Dunia perbankan sangat berpengaruh pada iklim perekonomian satu daerah, juga  diharapkan Wagub Sudikerta dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan usaha-usaha yang sudah dilaksanakan selama ini. Seperti penyaluran kredit bagi usaha makro dan mikro diharapkan dapat ditingkatkan, sehingga dapat menumbuhkan ekonomi kerakyatan yang banyak digeluti oleh masyarakat. Begitu pula dalam hal pengajuan kredit usaha rakyat (KUR) dapat dipermudah syarat-syaratnya, sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk mengajukan kredit yang dimanfaatkan untuk mendanai usahanya.

“Saya harapkan bank-bank yang ada di Bali bisa menurunkan suku bunga kreditnya, sehingga masyarakat semakin tertarik mengajukan kredit. Jangan banyak-banyak narik bunga, walaupun kecil bunganya tetapi kalau banyak masyarakat yang meminjam kan hasilnya sama saja.” Pungkas Sudikerta. Tak hanya itu, usaha pengentasan kemiskinan yang selama ini sudah diusahakan oleh pemerintah tidak akan begitu saja berhasil tanpa ada usaha dari para RTM untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Untuk itu, Wagub Sudikerta menghimbau para RTM giat bekerja untuk meningkatkan penghasilannya, menjauhi perilaku-perilaku negatif yang dapat mempengaruhi perekonomian keluarga seperti berjudi atau penyalahgunaan narkoba. Begitu pula dalam melaksanakan upacara keagamaan, masyarakat dihimbau melaksanakan secara wajar, tidak secara besar-besaran yang memaksakan diri, namun tetap harus lengkap sesuai sastra keagamaan.

Ketua Umum BMPD, Dewi Setyowati menjelaskan BMPD merupakan asosiasi yang dibentuk beranggotakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Perbankan yang ada di Bali. Perbankan yang terlibat didalamnya diantaranya BRI,BCA, BPD Bali, Mandiri, BNI dan sebagainya yang dimotori oleh BI sebagai leading sektor. Setiap bulannya anggota BMPD menghimpun dana untuk mendukung peningkatan kualitas skill (ketrampilan) perbankan, serta sebagian kembali disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk CSR berupa bantuan bedah rumah, bantuan kebutuhan pokok, bantuan dana tali kasih  maupun bantuan sosial kemanusiaan lainnya.

Program penyaluran bantuan tersebut menurutnya merupakan sebagai bentuk dukungan dan partisipasi Bank Indonesia dan Perbankan di Provinsi Bali terhadap program yang dilaksanakan Pemprov Bali dalam mewujudkan Bali Mandara terutama melalui program Bedah Rumah, dengan harapan bantuan yang sudah disalurkan tersebut dapat mengurangi kesenjangan yang ada antara warga kurang mampu dengan yang mampu.

Tak hanya itu, Ia juga menyampaikan perkembangan perbankan di Bangli yang saat ini sudah banyak mengalami kemajuan. Seperti dijelaskannya, Bangli yang dulu hanya memiliki 2 layanan perbankan, saat ini sudah mencapai 27 layanan perbankan yang terdiri dari 20 perbankan dan 7 layanan Bank Perkreditan. Begitu pula layanan Automatic Teller Machine (ATM) yang awalnya sama sekali belum ada, saat ini sudah terdapat 28 unit layanan ATM yang tersebar diseluruh Kabupaten Bangli.

 Ditambahkan Ketua Panitia Kegiatan, Maswan Purnama, 7 RTM yang mendapatkan bantuan bedah rumah berasal dari 4 kecamatan di Kabupaten Bangli, masing-masing yakni Nyoman Suardana dan Wayan Artayasa warga Br. Susut, Ds. Susut, Kec. Susut, Ketut Meres warga Dusun Guliang Kawan, Desa Bunutin, Kec. Bangli, Sang Ketut Mula warga Br. Tegalasah, Ds. Tembuku, Kec. Tembuku, Wayan Mudastra, Nyoman Murdika, serta I Nyoman Kilo warga Br. Wanagiri Ds. Kintamani, Kec. Kintamani.

Dana yang anggarkan untuk pelaksanaan program bedah rumah masing-masing sebesar Rp. 33.858.000,  sehingga  total  dana  untuk  7 rumah ini sebesar Rp. 237.006.000,-. Disamping itu diberikan juga dana tali kasih kepada tim pengelola bedah rumah masing masing sebesar Rp. 750.000,- dengan total Rp. 5.250.000,- Total biaya keseluruhan program bedah rumah sebesar Rp. 242.256.000,-. Dengan pelaksanaan bedah rumah tersebut, Ia berharap dapat meningkatkan kualitas hidup warga penerima bantuan. 

Penerima bantuan, Nyoman Suardana, yang didapuk mewakili ketujuh penerima bantuan menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan yang disalurkan. Ia mengaku sangat bahagia akhirnya bisa memiliki rumah yang layak huni, saking bahagianya Ia mengaku rela menjual 2 ekor ternak sapinya untuk menambah biaya pembangunan bedah rumah tersebut, sehingga rumah yang dibangun bisa lebih layak. Untuk pengerjaan pun, menurutnya hasil gotong royong bersama saudara-saudaranya yang rata-rata bekerja sebagai tukang.

Suardana Sendiri sehari-hari bekerja sebagai seorang petani untuk menghidupi istri beserta 2 orang anaknya. Namun hasil pertanian yang minim membuatnya harus hidup dibawah garis kemiskinan. Seperti diceritakan Suardana, sekali panen hasil panen yang diperoleh berkisar 1 ton gabah, yang apabila sudah disosoh hanya mendapatkan sekitar 150 kg beras. Hasil panen sejumlah itulah yang dimanfaatkan Suardana bersama keluarganya menunggu hasil panen berikutnya.

Wagub kala itu juga berkesempatan menyerahkan bantuan 6 ekor ternak sapi kepada 6 orang warga Subak Pulagan, Desa Pulagan, Tampak Siring, Gianyar. Bantuan tersebut juga merupakan bantuan dari BMPD yang disalurkan Pemprov Bali. AD-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Yang pertama kali dilakukan Obama setelah tidak jadi presiden

Leave a Comment

Your email address will not be published.