Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Wagub Cok Ace Ikuti Prosesi Penyineban di Pura Batur

Metro Bali
single-image

Keterangan foto: Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati didampingi Ny. Putri Haryani Sukawati mengikuti rangkaian ritual “penyineban” Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (2/4)/MB

Bangli, (Metrobali.com) –

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati didampingi Ny. Putri Haryani Sukawati mengikuti rangkaian ritual “penyineban” Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (2/4).

Dalam sambrama wacananya, Wagub Cok Ace menyampaikan ucapan terimakasih kepada pengempon pura dan masyarakat luas yang sudah mengikuti seluruh rangkaian acara Ngusaba Kedasa di Pura Batur dengan tertib dan hikmat. Disamping itu Wagub juga menyampaikan terimakasih kepada para donatur yang telah bersedia melakukan dana punia untuk keberlangsungan operasional pura. Untuk itu, kedepan ia berharap semakin banyak masyarakat Bali yang memiliki jiwa “medana punia” karena pembangunan pura tidak hamya menjadi tanggung jawab Pemerintah melainkan juga masyarakat Bali pada umumnya.

Rangkaian kegiatan ritual tersebut diawali dengan bakti “Pepranian”. Menurut Salah seorang Pemangku Jero Gede Batur, bakti “Pepranian” merupakan rangkaian dari puncak “pujawali” ngusaba kedasa di Pura Ulun Danu Batur yang digelar sejak dua pekan lalu.

Ritual “Pepranian” sendiri diawali dengan “ngadegan Bagia Pule Kerti” sebagai bentuk simbolis hasil bumi yang diakhiri dengan “nuek Pule Kerti” yang dimaksudkan untuk menyuburkan kembali alam lingkungan tempat manusia mendapatkan hasil bumi.

Saat prosesi berlangsung juga dimeriahkan dengan tarian baris perang perangan yang diartikan sebagai simbul orang memerangi kemiskinan atau sebagai tarian penyemangat agar masyarakat bekerja dengan giat.

Selain tarian juga diisi dengan “matiti suara” yang dimaksudkan agar masyarakat bersama-masa “nunas bisama Ida bhatara” yang beristana di Pura Ulun Danu Batur, agar masyarakat bisa dijauhkan dari perbuatan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama sehingga masyarakat bisa menemukan dharma (kebaikan) dalam dirinya.

Baca Juga :
Koleksi menawan Raşit Bağzıbağlı Untuk Modanisa Pada Pagelaran di Jakarta Modest Fashion Week

Upakara bakti pepranian sendiri dipuput oleh Jro Kesinoman. Jero Gede Batur mengatakan bahwa, bakti “Pepranian” adalah sebagai wujud kita sebagai umat Hindu selalu bersyukur kehadapan tuhan dengan mempersembahkan kembali hasil bumi yang sudah kita dapatkan.

“Dengan upaya itu harapan kita semua agar Ida Bhatara yang beristana di Pura Ulun Danu Batur selalu memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi kita semua,” ujar Jero Gede Batur.

Editor: Hana Sutiawati

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.