Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Wabup Sudiana Buka Festival Manggis di Desa Wisata Tedung Sari

Metro Bali
single-image

Wabup Sudiana Buka Festival Manggis di Desa Wisata Tedung Sari

Mangupura (Metrobali.com)-

 
        

Salah satu misi Pemerintah Kabupaten Badung adalah, meningkatkan perekonomian yang berbasis kerakyatan dan ditunjang oleh iklim kemitraan sektor unggulan Kabupaten Badung yaitu, pariwisata budaya, pertanian dalam arti luas, industri kecil (UMKM) dan kerajinan. Demikian setidaknya sambutan dari Wakil Bupati I Made saat membuka acara Festival Manggis Bali, Kamis (14/5)  di Desa Wisata Tedung Sari, Desa Petang. Hadir pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pariwisata Badung, Cok Raka Darmawan, perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Badung, Camat Petang, Gusti Ngurah Ariawan, Perbekel Desa Petang Wayan Suryawan, serta Ketua Pokdarwis Desa Wisata Tedung Sari Made Sukanta beserta anggotanya.
            Dalam kesempatan ini Wabup Sudiana sangat mengapresiasi atas inisiatif masyarakat setempat untuk menggelar festival manggis. Terlebih lagi, terobosan Pokdarwis setempat mampu mengolah manggis menjadi produk wine, teh dari daun manggis serta menjadi produk kecantikan untuk Spa. “Saya kira terobosan ini sangat bagus dan patut diapresiasi. Harapan kedepan, ini harus dikawal dengan serius dan fokus. Mulai sekarang, silahkan bangun komunikasi dan koordinasi dengan dinas terkait, agar produk yang sudah dihasilkan dan destinasi yang dimiliki Desa Wisata Tedung Sari bisa segera dipromosikan,” jelas Wabup Sudiana.
            Pemerintah Kabupaten Badung sangat berharap, keberadaan Desa Wisata di Badung Utara bisa dikembangkan dengan baik. Semua itu tujuannya agar perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya bisa terangkat. “Kembali lagi, semua tergantung dari koordinasinya. Yang penting konsepnya harus ada dan jelas, karena bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah harus dilihat terlebih dahulu dari konsep dan tergantung dari kebutuhan Desa Wisata setempat,” kata Wabup Sudiana sembari menambahkan, terlepas dari koordinasi yang juga paling penting dan perlu dibangun adalah nilai tawar dari produk itu sendiri. Karena ketika Desa Wisata sudah mampu menampilkan produk berkualitas dan bermutu, maka partner atau buyer (pembeli) akan datang sendiri. “Intinya meningkatkan profesionalisme, harus punya standar dan kualitas. Jika itu sudah dimiliki, maka partner atau buyer akan datang dengan sendirinya,” tegasnya.
            Sementara itu,  Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) I Made Sukanta, mengucapkan terima kasih atas kesempatan Wakil Bupati Badung Made Sudiana membuka Festival Manggis Bali yang pertama tersebut. Dirinya juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada dinas terkait yang sudah membina dan membimbing Pokdarwis Desa Wisata Tedung Sari. Kembali dipertegas, tujuan dibentuknya desa wisata ini tiada lain untuk menumbuhkan kegiatan pariwisata di kawasan Badung Utara khususnya di bidang pertanian sebagaimana potensi yang dimiliki. Selain itu, dibentuk desa wisata yang menitik beratkan pada rutinitas masyarakat dalam bertani sehingga kegiatan pertanian di bergeliat menambah penghasilan tidak hanya dari hasil pertanian melainkan juga dari hasil kunjungan wisatawan. “Kami ingin ativitas pertanian tempat berjalan sebagaimana petani lainnya namun juga masyarakat dapat menikmati kue pariwisata,” tutupnya. RED-MB
Bagikan :
Baca Juga :
Korban Bom Bali Minta Umar Patek Diadili di Bali

Leave a Comment

Your email address will not be published.