Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Wabup Sanjaya Hadiri Karya Mapahayu Jagat di Pura Luhur Batu Panes  

Metro Bali
single-image

Tabanan, (Metrobali.com)

 Bertepatan dengan rahina Buda Kliwon Ugu, Rabu (3/6/2020), Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Panitia Karya Pura Luhur Batu Panes, Penebel menggelar Karya Mapahayu Jagat di Pura Luhur Batu Panes, yang bertujuan untuk menyucikan jagat, khususnya jagat Tabanan.

Karya ini dipuput oleh Sarwa Sadaka, diantaranya Ida Pedanda dari Grya Taman Sari, Ida Pedanda Budha dari Grya Jadi, Ida Rsi dari Grya Ngis dan Ida Mpu dari Grya Utu. Kegiatan Karya juga dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, Tjokorda Anglurah Tabanan serta beberapa undangan lainnya.

Karya Mapahayu jagat tersebut dimulai sekitar jam 09.00 wita dan berlangsung dengan khidmat. Tirta (Pekuluh) dari Karya ini selanjutnya digunakan sebagai pelengkap upakara di masing-masing pekarangan (rumah tangga) agar terhindar dari wabah.

Usai melakukan persembahyangan, Wabup Sanjaya berharap melalui Karya Mapahayu Jagat ini mampu mengantarkan energy positif bagi Tabanan, sehingga wabah yang melanda Kabupaten Tabanan saat in bisa dihilangkan bahkan dimusnahkan.

Sebelumnya, Ketua Panitia Karya I Nyoman Arnawa mengatakan Karya ini sudah dikoordinasikan dengan Pemkab Tabanan dan telah mendapat ijin dari Bupati. Pihaknya mengakui, menggelar Karya ini bukan hanya karena keaadaan saat ini, melainkan atas Pewisik Ida Sesuhunan.

“Kami lakukan ini berdasarkan dari Pewisik Ida Sesuhunan sane meparahyangan ring Pura Luhur Batu Panes. Jadi kami koordinasikan dengan majelis madya dan diteruskan kepada Pak Sekda dan langsung ke Bupati dan disambut dengan baik oleh Ibu Bupati,” ucapnya.

Ia menambahkan, kenapa Karya ini dilaksanakan di Pura Batu Panes dan bukan di Pura lain adalah sesuai dengan salah satu lontar yang ada di Bali. “Kenapa di buat disini? Karena dikaitkan dengan lontar Oga Semara Gumi, ketika ada wabah atau kegeringan harus melaksanakan upacara ring Ida Meraga Pasupati utawi Ida Meraga Geni,” ungkap Arnawa.

Baca Juga :
Parkir di Jalan Pahlawan Tabanan Ditertibkan

Lebih lanjut Ia mengatakan, Karya ini dipuput oleh Sarwa Sadaka, dan disaksikan oleh murdaning jagat Tabanan  yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Tabanan dan Tjokorda Anglurah Tabanan.

“Dan dari Parisadha meneruskan pada umat sedharma, kemudian untuk bisa nunas pekuluh Ida untuk digunakan di pekarangan masing-masing dan pada akhirnya apa yang menjadi tujuan kami sesuai dengan pewisik  wabah Covid-19 ini segera bisa diselesaikan,” imbuhnya. @humastabanan,-

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.