Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

ULP Badung Masuk Nominasi ULP Percontohan di Indonesia

Metro Bali
single-image

Mangupura (Metrobali.com)-

ULP Kabupaten Badung bisa masuk nominasi ULP Percontohan, karena didukung adanya komitmen yang kuat dari Pimpinan Pemerintah Kabupaten Badung, untuk melaksanakan pengadaan barang dan jasa pemerintah secara efisien,  transparan, terbuka dan akuntabel.

Demikian terungkap dalam audiensi Direktur Pengembangan Profesi LKPP Jakarta DR. Robin Asad Suryo, MA dengan Bupati Badung A.A Gde Agung yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dewa Made Apramana, Kabag Administrasi Pemerintahan Umum I Nyoman Soka, Kabag Administrasi Pembangunan Anak Agung Ngurah Bayu Kumara, Kabag Perlengkapan dan Aset Daerah Rianingsih di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Kamis (21/3) kemarin.

Sebagaiman dijelaskan Robin Asad Suryo, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Percontohan itu dirancang untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut dilakukan dengan melaksanakan pengadaan barang dan jasa pemerintah dengan baik sesuai dengan indikator kinerja yang ditetapkan sehingga dapat terjadi penghematan biaya, meningkatkan kualitas proses pengadaan, meningkatkan kompetensi dalam proses pengadaan serta meningkatkan transparansi dalam proses pengadaan. ULP yang ada tidak sertamerta dapat dijadikan ULP Percontohan akan tetapi harus memenuhi kreteria dan syarat-syarat tertentu.

            Bupati Badung A.A. Gde Agung dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada Direktur Pengembangan Profesi LKPP Jakarta atas dipilihnya ULP Kabupaten Badung sebagai kandidat nominasi ULP Percontohan di Indonesia. “Nominasi ini dapat sebagai cambuk untuk meningkatkan kinerja ULP di masa mendatang.” Ujar Gde Agung.

Lebih lanjut A.A Gde Agung mengungkapkan salah tujuan dibentuknya ULP di Kab. Badung adalah agar proses pengadaan lebih efektif dan efisien. Hal ini terlihat selama tahun anggaran 2012 ULP Badung sudah menyelesaikan paket pelelangan sebanyak 551 paket dengan total efisensi lebih dari 12 persen. “Hambatan kami, adanya regulasi ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah masih sering menimbulkan multi tafsir yang tidak sesuai dengan semangat reformasi di bidang pengadaan barang dan jasa.” Pungkasnya.

Baca Juga :
Menag lepas lampion Waisak di Borobudur

Usai audiensi, dilaksanakan pemaparan dari Direktur LKPP Robin Asad Suryo yang dipandu langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. swandika terkait ULP Percontohan. Pemaparan tersebut juga dihadiri Asisten Administrasi Umum I Gst. Ngurah Oka Darmawan dan segenap anggota ULP Kabupaten Badung. Acara juga dilanjutkan dengan meninjau ruangan ULP dan Ruang Rapat ULP serta diskusi dengan Pokja-Pokja di ULP Kabupaten Badung. PUT-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.