ilustrasi shalat

Bogor (Metrobali.com)-

Umat Muslim hendaknya mendirikan shalat dan bersedakah sebagai sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan, terutama kehidupan bersosial.

Demikian disampaikan empat ulama besar yakni KH Didin Hafidhuddin, Ippho Santosa, Yusuf Mansur, dan Bobby Herbowo dalam acara Tabliq Akbar Syawal yang digelar di Mesjid Alumni IPB, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/8).

“Mendirikan shalat agar dalam perniagan kita tidak merugi. Dengan shalat maka pertolongan Allah akan cepat datangnya,” kata Ippho Santosa.

Ippho mengatakan, perbedaan antara orang yang mendirikan shalat dan tidak shalat adalah orang yang menjaga shalatnya, maka segala urusannya akan dimudahkan.

Menurut Ippho tidak hanya shalat, tetapi juga melafaskan Alquran setiap hari, juga menenangkan hati setiap yang membacanya.

“Begitu juga dengan sedekah, berusaha yang terbaik yang kita bisa. Menjadikan rendah hati dengan shalat dan sedekah,” kata Ippho.

Ustad Yusuf Mansur pun menegaskan, kesolehan sosial umat Islam terletak pada shalat dan sedekah.

“Dengan gemar sedekah dan shalat dapat menyelesaikan permasalahan sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Yusuf Mansur.

Ustad Yusuf Mansur langsung mempraktekkan bagaimana menggerakkan kesolehan sosial umat Islam melalui pertemua yang mengangkat tema “Memeprtahankan amalan Ramadhan untuk meraih takwa”.

Ustad Yusuf Mansur mencotohkan menggalang dana untuk kelanjutan Mesjid Alumni IPB yang masih membutuhkan dana sebesar Rp1,2 miliar.

Menurutnya, dana tersebut sungguh mudah didapat dari mengelola dana umat melalui sedekah.

Untuk menggalang dana tersebut, panitia penggalangan dana harus dibentuk dengan ilmu matematis Rp1,2 miliar dibagi sebanyak 200 umat yang dikenal oleh panitia lalu diniatkan bersedekah Rp100.000 setiap bulannya, maka dana tersebut pasti akan terkumpul.

“Tinggal panitianya harus berupaya bagaimana umat berminat untuk bersedekah, misalnya menyediakan voucher pulsa goceng, atau dalam bentuk apa, agar masyarakat tidak beban menyedekahkan hartanya secara berkelanjutan,” kata Yusuf Mansur.

Menurut Yusuf, jika pola perhitungan tersebut diterapkan di seluruh mesjid di Indonesia, tidak menutup kemungkinan semua mesjid dapat diremajakan.

Ceramah Ustad Yusuf Mansur pun mampu menggugah umat yang hadir, dari penggalangan dana umat untuk Mesjid Alumi IPB dalam waktu yang cukup singkat terkumpul lebih dari Rp33,4 juta dan sejumlah barang seperti sebuah cincin, tiga jam tangan dan satu power bank.

Ketua Pengurus Mesjid Himpunan Alumni Mukhlis Yusuf mengatakan, Tablik Akbar bulan Syawal bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan umat selepas berlalunya Ramadhan dan Syawal.

“Tujuannya agar umat Islam bisa mempertahankan kekuatan ruhiyah yang ditempa selama Ramadhan untuk 11 bulan berikutnya. Kualitas Ramadhan kita kemarin ditentukan setelahnya. Apakah lebih soleh secara spiritual maupun sosial,” kata Mukhlis Yusuf.

Mukhlis menambahkan, pihaknya sengaja menghadirkan empat tokoh agama tersebut dengan harapan dapat menambah nilai ketakwaan umat muslim yang hadir.

“Dalam ceramahnya keempat ulama sepakat Umat Islam harus punya kesolehan sosial, termasuk menyelesaikan permasalahan sosial dan ekonomi dengan gemar shalat dan sedekah,” kata Mukhlis. AN-MB