Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Trump: Tidak Ada Pelonggaran Sanksi untuk Iran

Metro Bali
single-image

Presiden Amerika Donald Trump (kiri) dan Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: dok).

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan ia tidak setuju mencabut sanksi-sanksi terhadap Iran sebagai imbalan melakukan pembicaraan. Ia membantah penegasan sebelumnya yang dikemukakan Presiden Iran Hassan Rouhani.

“Iran ingin saya mencabut sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap mereka agar dapat bertemu. Saya katakan, tentu saja, TIDAK!” cuit Trump hari Jumat (27/9).

Sebelumnya, Rouhani mengatakan Amerika Serikat telah menawarkan hal demikian dan bahwa isu tersebut sedang didiskusikan.

“Amerika Serikat telah dengan jelas menyatakan bahwa mereka akan mencabut semua sanksi,” kata Rouhani, sekembalinya di Teheran dari sidang Majelis Umum PBB di New York.

Rouhani, Jumat (27/9) mengatakan bahwa negaranya siap ambil bagian dalam perundingan, tetapi tidak bersedia melakukannya dalam iklim politik seperti sekarang ini.

Di tengah situasi sekarang, sanksi-sanksi yang berlaku dan iklim tekanan maksimum, bahkan apabila Iran ingin berunding dengan Amerika dalam kerangka lima negara anggota tetap PBB + Jerman, tak seorang pun dapat memprediksi hasil akhir perundingan itu, ujarnya.

Para pejabat Amerika dan Saudi menuding Iran melakukan serangan-serangan terhadap fasilitas-fasilitas minyak Saudi, yang menghentikan separuh produksi minyak negara itu.

Para pejabat Iran, termasuk Rouhani, telah membantah Teheran terlibat dalam serangan tersebut.

Sementara banyak pemimpin dunia mengadakan pembicaraan di sela-sela pertemuan PBB pekan ini, pertemuan antara Trump dan Rouhani tidak terjadi. Trump menyatakan pada hari Minggu lalu bahwa ia tidak memiliki niat untuk melakukan pembicaraan dengan Rouhani, dan presiden Iran menyatakan ia tidak akan bertemu dengan Trump sebelum Amerika mencabut sanksi-sanksi ekonominya.

Presiden Amerika itu mengumumkan sanksi-sanksi baru terhadap bank nasional Iran baru-baru ini, meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Republik Islam itu, tetapi kemudian mundur dari aksi militer langsung.

Baca Juga :
Tulikup Dapat Kartu Sakti dari Jokowi

Amerika Serikat sebelumnya menerapkan sanksi-sanksi menyeluruh terhadap Iran terkait tuduhan program nuklirnya. Tetapi Departemen Keuangan Amerika Jumat menyatakan sanksi-sanksi terbaru diberlakukan karena bank sentral Irak terlibat “terorisme” dengan memberikan “miliaran dolar” untuk Korp Garda Revolusi Islam Iran dan Hezbollah. [uh/ab] (VOA)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.