Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tren Konsumen Properti Indonesia H2/2016

Metro Bali
single-image

img_1585

 Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung

 

Jakarta (Metrobali.com)-

 Kenaikan harga properti terus melambung tinggi, bahkan kenaikannya menginjak angka 10 persen setiap tahunnya. Tak heran jika masyarakat Indonesia pun mulai memikirkan betapa pentingnya berinvestasi. Di sisi lain, para pelaku bisnis properti juga sudah menggunakan pesan marketing di mana semakin lama membeli, maka kian tinggi pula harga yang akan didapatkan untuk hunian idaman Anda.

Rumah123.com yang merupakan bagian dari REA Group kembali memaparkan hasil survei semester II/2016 terkait sentiment terbaru perilaku masyarakat Indonesia terhadap industri properti.Di mulai dengan hasil survei pengeluaran dalam kurun waktu enam bulan ke depan.

Masyarakat Indonesia memiliki dua konsentrasi pengeluaran terbesar, yakni properti dan pendidikan. Menariknya responden yang merupakan masyarakat Indonesia, 60.5 persen aktif mencariproperti.

Suami dan Istri dalam rumah tangga sama-sama menjadi pihak yang berinisiatif mencari properti. Sekitar 70.8 persen, menempatkan laki–laki sebagai pihak yang aktifdalammencaripropertidalamrumahtangga. Sementara perempuan memiliki pendapat yang lebihmeratadibandingkanlaki-laki.

Masyarakat Indonesia juga memiliki kebiasaan umum saat memulai pencarian properti, yakni dengan kata kunci “Lokasi, Harga, dan Desain”. Berdasarkan analisa, masyarakat yang semakin mapan dari sisi umur, tidak lagi mementingkan desain dan harga. Golongan ini memiliki kecenderungan terfokus pada lokasi, namun sebaliknya masyarakat muda Indonesia akan mencari dengan kata kunci desain.

Properti dalam bentuk “rumah tapak” kembali menjadi preferensi utama, yakni sebesar 88,6 persen. Sementara itu, kelompok properti kantor, ruko, atau kawasan komersial juga sangat diminati. Terbukti mereka menempati posisi kedua jenis properti paling diminati.

Selanjutnya, para pembeli properti memiliki perilaku umum mendatangi beberapa lokasi hunian incaran sebelum membuat keputusan pembelian. Setidaknya, sebanyak 78.05 persen menunjukkan tren tersebut, sedangkan keputusan yang diambil saat mendatangi pameran hanya 12.76 persen.

Baca Juga :
Syahrul : Saat Tepat ''ARB'' Jadi Presiden

“Ke depannya masyarakat Indonesia diharapkan akan semakin teredukasi bahwa semakin lama menahan diri membeli rumah, berarti akan merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan hunian di lokasi dan luasan sesuai keinginan,” kata Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung, dalam acara pemaparan hasil Sentiment Survey H2/2016 di Jakarta, Rabu (26/10).

Fakta menarik lainnya yang didapatkan dari hasil survei semester kedua kali ini adalah tiga faktor utama penghalang masyarakat Indonesia untuk melakukan transaksi properti. Adalah belum cukup uang untuk membayar uang muka, tidak mampu menemukan properti di lokasi yang diinginkan, serta pendapatan yang belum mencukupi untuk menutupi pembayaran kredit perumahan (KPR). RED-MB 

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.