Tinjau Bantuan UPPO untuk Poktan di Bangli, Gus Adhi Dampingi Petani Kembangkan Abian Percontohan Budidaya Buah Unggul

Metro Bali
single-image

Foto: Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Bali AA Bagus Adhi Mahendra Putra (baju putih) yang akrab disapa Gus Adhi saat meninjau kelompok tani (poktan) penerima bantuan UPPO di Bangli.

Bangli (Metrobali.com)-

Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Bali AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) berkomitmen serius meningkatkan kesejahteraan petani di Bali melalui berbagai program yang digulirkan dan difasilitasi. Salah satunya melalui bantuan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) sebagai upaya untuk mendukung petani dalam menyediakan pupuk organik secara mandiri.

Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, kehutanan dan kelautan ini banyak membantu kelompok tani (poktan) seluruh Bali lewat program UPPO ini salah satunya di Kabupaten Bangli.

Wakil rakyat yang akrab disapa Gus Adhi ini lantas terus mengawal program bantuan UPPO yang diberikan dan terus memotivasi para petani untuk mengoptimalkan manfaat bantuan yang diberikan.

Hal ini seperti yang dilakukan Rabu (6/1/2021) Gus Adhi berkesempatan mengujungi sejumlah kelompok tani penerima bantuan UPPO di  Kintamani, Bangli diantaranya Kelompok Tani Guna Artha Desa Abang Songan dan Kelompok Tani Bukit Asah Batur. Di Bangli untuk tahun 2020 ada empat kelompok tani yang mendapatkan bantuan UPPO.

“Sekarang saya tinjau lagi seperti apa sudah perkembangan mereka sambil mensosialikan poktan ini akan kami lombakan dan buatkan asuransi bagi para petani, peternak dan anak-anaknya sehingga ada kepastian akan hidup yang akan mereka jalani,” ungkap Gus Adhi di sela-sela meninjau kelompok tani ini.

Bantuan UPPO senilai Rp 200 juta ini sangat didambakan oleh petani. UPPO ini terdiri dari bangunan rumah kompos, bangunan bak fermentasi, alat pengolah pupuk organik (APPO), kendaraan roda 3, bangunan kandang ternak komunal dan ternak sapi.

Baca Juga :
Antisipasi Begal Motor, Polsek Dentim Kampanye Lewat Spanduk

Soal evaluasi perkembangan empat kelompok tani yang mendapatkan bantuan UPPO di tahun 2020 ini, Gus Adhi menjelaskan baru satu kelompok yang sudah berhasil memproduksi pupuk organik.  “Yang tiga kelompok masih dalam persiapan menghasilkan pupuk organik,” terang Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali ini.

Menurut Gus Abdi yang yang juga Ketua Depidar SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) Provinsi Bali para kelompok tani ini pun terus diberikan pendampingan misalnya berupa pelatihan bagaimana memproduksi pupuk organik secara benar dengan metode fermentasi.

Sebab dengan bantuan UPPO ini diharapkan petani dapat memproduksi serta menggunakan pupuk organik dan meningkatkan produksi pertanian juga pendapatan petani.

Pembangunan UPPO diarahkan pada lokasi yang memiliki potensi sumber bahan baku pembuatan kompos, terutama limbah organik/limbah panen tanaman, kotoran hewan/limbah ternak dan sampah organik rumah tangga pada sub sektor tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan rakyat dan peternakan terutama pada kawasan pengembangan desa organik.

Di sisi lain Gus Adhi menjelaskan dari empat kelompok tani yang mendapatkan bantuan UPPO ini Bangli sejauh ini ada dua kelompok yang mempunyai potensi untuk menjadi pilot project abian percontohan dan tempat penyaluran pupuk organik yang diproduksi.

“Kita akan buat abian percontohan pupuk organik, abian percontohan pola tanam dan abian percontahan pola pemberlakukan subak abian. Seperti sekarang kan subak abian ini tidak jelas, dibilang abian tidak, dibilang hutan juga bukan. Kita akan coba edukasi petani bagaimana mengelola subak abian dan mensykuri berkah Tuhan atas lahan yang mereka punya,” terang politisi Golkar asal Kerobokan, Badung ini.

Dua kelompok tani yang akan menjadi abian percontohan ini masing-masing menyiapkan lahan seluas 1 hektar. Di abian percontohan tersebut akan dibudidayakan buah-buahan unggul yang cocok ditanam di daerah tersebut seperti mangga dan alpukat.

Baca Juga :
Warga Nusa Penida Antusias Adanya Jalan Lingkar

Selama tanaman pohon buah-buahan ini belum besar maka di bawahnya akan dilakukan pola tanam tumpang sari untuk mendukung penghasilan harian petani. Yang akan ditanam seperti cabai, tomat, dan sayuran. Budidaya ini akan menggunakan pupuk organik yang dihasilkan kelompok tani melalui bantuan UPPO yang diterima.

Petani didorong untuk menggunakan pupuk organik adalah untuk turut merehabilitasi tanah. Pupuk organik dapat menyediakan hara tanaman dan memperbaiki struktur tanah, baik dalam memperbaiki drainase dan pori-pori tanah. “Mari kita gunakan pupuk organik untuk menjaga alam,” pesan Gus Adhi. (dan)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.