Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tini Gorda bersama Mangku Pastika Tanamkan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila Zaman Now di SMA Taruna Mandara

Metro Bali
single-image

Foto: Anggota DPD dari Bali yang juga Anggota MPR RI Made Mangku Pastika bersama Ketua Pusat Studi Undiknas Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H.,(nomor 3  dari kiri) di SMA Taruna Nusantara.

Singaraja (Metrobali.com)-

Ketua Pusat Studi Undiknas Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., berbagi bersama dengan para siswa SMA Taruna Mandara, Singaraja, Kabupaten Buleleng dengan menanamkan aktualisasi nilai-nilai Pancasila di era kekinian atau zaman now.

Hal ini dilakukan dalam acara Sosialisasi 4 Pilar Bangsa bertema “Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila di Zaman Now” Sabtu (8/2/2020) di SMA Taruna Mandara yang diinisiasi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Bali yang juga Anggota MPR RI Made Mangku Pastika.

Hadir sebagai narasumber, Tini Gorda yang juga Direktur Eksekutif GTS (Good-Trustworthy-Smart) Institute Bali memaparkan dengan menarik “Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila di Zaman Now” kepada ratusan siswa generasi muda penerus bangsa ini disertai contoh-contoh nyata penerapan dalam kehidupan sehari-hari sehingga disambut antusias para siswa.

Misalnya terkait nilai-nilai dari sila pertama Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa misalnya bisa diaktualisasikan dengan menanamkan nilai toleransi, dan saling menghormati.

Sila kedua yakni kemanusiaan yang adil dan beradab misalnya mengandung nilai-nilai luhur seperti memanusiakan manusia, non dikriminasi, hingga menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia yang unggul.

“Sila ketiga Persatuan Indonesia bisa kita maknai dan aktualisasikan bahwa perbedaan itu indah, dan kita saling menghargai keberagaman budaya,” kata Tini Gorda yang juga Ketua Umum DPD IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Provinsi Bali ini.

Sementara itu sila keempat yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan selain mengandung nilai musyawarah mufakat, juga menekankan pentingnya komunikasi dan pembentukan karakter.

Baca Juga :
Komisi II DPR RI Apresiasi Program Terobosan Gubernur Koster

Terakhir, sila kelima yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung nilai bahwa setiap orang Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan.

“Kami harapkan anak-anak muda, generasi milenial mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila ini dalam era kekinian dalam keseharian mereka,” pungkas Tini Gorda yang juga Ketua DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Bali ini.

Sementara itu Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Made Mangku Pastika mengatakan para siswa SMA Taruna Mandara ini merupakan harapan bangsa yang akan melanjutkan estapet kepemimpinan pada masa yang akan datang.

Karenanya penting dalam diri mereka ditanamkan aktualisasi nilai-nilai Pancasila di era kekinian atau zaman now. “Bekal ini diberikan agar mereka memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme sehingga semakin cinta tanah air, ” kata Pastika yang juga Anggota MPR RI ini.

Pancasila dapat dijadikan pedoman hidup generasi muda dalam merawat kebersamaan yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama,  adat dan isi adat.  Pendidikan bela negara juga wajib diberikan sejak dini dengan melatih pemikiran lebih kritis dan cerdas.

“Pendidikan yang diberikan tidak hanya belajar dari fakta tetapi memicu melatih otak berpikir dan bangkitkan alam bawah sadar, ” ungkap Mangku Pastika yang juga mantan Gubernur Bali dua periode ini. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.