Tim Penyidik Kejaksaan Buleleng Kerja Maraton, Periksa Saksi Dan Tersangka Penyalahgunaan Dana PEN Pariwisata Ratusan Juta Rupiah

Metro Bali
single-image

 

Buleleng, (Metrobali.com)

Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap dugaan penyalah gunaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pariwisata Kabupaten Buleleng sebesar Rp 656 juta dari total dana yang dikelola Dinas Pariwisata Buleleng sebesar Rp 13 milyar lebih. Akibat dari dugaan penyalahgunaan ini, 8 orang pegawai Dinas Pariwisata Buleleng ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam pantauan metrobali.com di Kejari Buleleng pada Selasa, (16/2/2021) siang, tim penyidik kejaksaan memeriksa 22 rekanan sebagai saksi serta memeriksa para tersangka. Dalam kasus yang merugikan negara ini, para rekanan mengembalikan dana yang didapat dari dana PEN Pariwisata, salah satu diantaranya Bali Handara Pancasari sebesar Rp. 24 juta dan Warung Pudak Singaraja sebesar Rp 24 juta.

“Pengembalian dana ini bervariasi, selain Bàli Handara Pancasari dan Warung Pudak Singaraja, ada juga dari tersangka yang mengembalikan dana, namun belum kami hitung berapa jumlah dana yang dikembalikannya itu.” jelas Kasi Intel yang juga Humas Kejari Buleleng Anak Agung Jayalantaara,SH kepada awak media di Kejari Buleleng.

Iapun mengungkapkan sebelum para saksi maupun para tersangka diperiksa, terlebih dahulu mereka itu dilakukan tes antigen covid-19.

“Dalam pemeriksaan para tersangka, didampingj oleh kuasa hukumnya. Dan untuk lebih cepatnya proses penyidikan, tim penyidik terus bekerja melakukan pemeriksaan, baik saksi maupun tersangka. Dan untuk penahanan para tersangka, masih menunggu hasil penyidikan lebih lanjut.“ pungkas Agung Jayalantara. GS

Bagikan :
Baca Juga :
DJP : "E-Commerce" Bukan Alasan Orang Mangkir Pajak
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Leave a Comment

Your email address will not be published.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});