Tiga Desa di Buleleng Berurutan Mengalami Peristiwa Kebakaran

metrobali
single-image

Buleleng (Metrobali.com) –

Peristiwa kebakaran secara berurutan terjadi ditempat yang berbeda di Kabupaten Buleleng.

Mengawali kebakaran terjadi pada Kamis, 25 Maret 2021 sekitar Pukul 20.00 Wita di Banjar Dinas Kaje Kauh, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.

Selanjutnya kebakaran terjadi pada Jumat, 26 Maret 2021 sekitar Pukul 01.00 Wita dini hari di Desa Kalibukbuk, Kecamatan/Kabupaten Buleleng dan menyusul kemudian kebakaran terjadi pada Jumat, 26 Maret 2021 sekitar Pukul 07.00 Wita di Kelurahan Penarukan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Kronologis peristiwa, kebakaran yang diawali kejadiannya di rumah Nyoman Sudiarsana (63) di Banjar Dinas Kaje Kauh, Desa Tamblang.

Menurut keterangan saksi Nyoman Kurniada disebutkan pada Kamis, 25 Maret 2021 sekitar Pukul 20.00 Wita, saat dirinya sedang berjualan menemani istrinya melihat ada kobaran api membumbung ke atas dari atap rumah, tetapi saksi tidak tahu dari rumah siapa munculnya api. Melihat ada kobaran api, kemudian saksi melaporkan kepada Kepala Desa Tamblang melalui telp. Setelah melaporkan kepada kepala desa, dilanjutkan menelphon pemadam kebakaran. Berselang 20 menit mobil pemadam kebakaran datang dan langsung memadamkan api. Sampai akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar Pukul 21.00 Wita.

Atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dan barang berharga berupa perhiasan emas serta uang melainkan hanya korban materi berupa 1 unit rumah permanen ukuran 6×9. Atap seng. Tembok batu bata yang belum diplester 1 almari kayu, pakaian dan surat penting berupa akta kelahiran, kartu KIS, kipas angin, kasur dan tempat tidur kayu.

“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” tandas Kasubag Humas Polres Buleleng IPTU Gede Sumarjaya seijin Kapolres Buleleng.

Selanjutnya menyusul peristiwa kebakaran yang kedua pada Jumat, 26 Maret 2021 sekitar Pukul 07.00 Wita. Kebakaran kali ini, menimpa rumah milik Wayan Nika (75) di Gang Bintang Banjar Dinas/Desa Kalibukbuk.

Baca Juga :
Pengamat : Tari Pendet Terinspirasi Spontanitas Bekerja Iklas

Kronologi kejadiannya, berawal pada Kamis, 25 Maret 2021 sekitar Pukul 18.00 Wita seorang nenek bernama Wayan Putri (72) sempat melaksanakan sembahyang di dalam dan di luar rumah. Kemudian pada Jumat, 26 Maret 2021 sekitar Pukul 01.00 Wita dini hari, tetangga korban bernama Kadek Arsini (43) dan Wayan Mudiar (45) melihat ada kobaran api di rumah Wayan Nika.

Selanjutnya Wayan Mudiar menghubungi anak korban bernama Nyoman Arsana (42) beralamat di Gang Padma Banjar Dinas/Desa Kalibukbuk.

Mendapat laporan rumahnya kebakaran, lalu Nyoman Arsana menelphon pemadam kebakaran dan berselang beberapa menit pemadam kebakaran datang dan memadamkan api. Akibat peristiwa kebakaran rumah ini, barang-barang yang dilalap api berupa TV 14″, 3 tempat tidur, Sofa satu set, 4 almari dan peralatan rumah tangga lainnya.

Setelah kejadian kebakaran di Desa Kalibukbuk ini, menyusul peristiwa kebakaran pada hari yang sama dengan waktu yang berbeda yakni pada Jumat, 26 Maret 2021 sekitar Pukul 10.30 Wita terjadi kebakaran Kios milik dari Desak Nyoman Pusparini (30) beralamat di Jalan Setiabudi, Lingkungan Satria, Kelurahan Penarukan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Kronologi kejadian, berawal pada Jumat, 26 Maret 2021 sekitar Pukul 05.00 Wita pagi korban Desak Nyoman Pusparini membuka Kios Sembakonya yang ada didalam Pasar Tradisional Penarukan. Kemudian, pada Pukul 07.00 Wita yang bersangkutan melaksanakan sembahyang di kiosnya atau di plangkiran yang ada dikiosnya dengan menggunakan bunga dan dupa.

Berselang pada Pukul 08.00 Wita korban menutup kiosnya, karena pasar sdh sepi. Dan pada Pukul 10.20 Wita korban diberitahu oleh saksi Nyoman Mandiasa (48) bahwa kios miliknya terbakar. Sembari menghubungi pemadam kebakaran, dan akhirnya api dapat dipadamkan.

Akibat peristiwa ini, kerugian bahan sembako ditaksir Rp. 20 juta. GS

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.