Gianyar (Metrobali.com)-
I Made Harimbawa (34) ditemukan dalam kondisi meninggal gantung diri di dapur milik korban yang berlokasi di Tempekan Delod Sema, Banjar Taro Kelod, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Kamis (7/1) pagi. Menurut keterangan kepolisian, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri akibat tidak mampu membayar hutang.
Kapolsek Tegallalang, AKP Ketut Sudita mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Kamis (7/1) sekira pukul 05.30 Wita. Peristiwa gantung diri tersebut awalnya diketahui oleh orang tua korban, I Ketut Darsana (63) ketika hendak memasak air di dapur rumahnya.
“Pada saat ayah korban masuk ke dapur, tiba-tiba ia terkejut melihat anaknya dalam keadaan tergantung dengan menggunakan selendang batik yang diikat pada balok kayu atap dapur,” ujarnya.
Melihat kejadian tersebut, ayah korbanpun berteriak histeris. Kemudian setelah berteriak, keluarga pun berdatangan. “Setelah dicek untuk memastikan, korban sudah dalam keadaan meinggal dunia dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tegallalang,” katanya.
Sekitar pukul 07.20 wita personil Polsek Tegallalang tiba di lokasi dan segera melakukan olah tempat kejadian perkara. “Hasil olah tkp tersebut adalah korban tergantung menggunakan sebuah selendang motif batik, tinggi korban 167 cm, terdapat bekas jeratan di bagian leher,” ungkap Kapolsek.
Sedangkan hasil pemeriksaan oleh petugas puskesmas Tegallalang II dokter I Putu Parwata adalah tidak ditemukan luka kekerasan di tubuh korban, panjang mayat 167 cm, pupil tampak melebar, kemaluan mengeluarkan sperma, anus mengeluarkan kotoran, terdapat bekas jeratan selendang pada leher dengan simpul berada di leher bagian kanan.
Dari hasil penyelidikan tersebut dan pemeriksaan saksi-saksi, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya adalah karena alasan piutang. “Motif korban bunuh diri adalah karena berhutang, jadi korban ini belum mampu membayar hutangnya,” ucapnya.
Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah.
Pewarta : K.Catur