Tersebar di 5 Kecamatan, 31 Warga Jembrana Terkonfirmasi Positif

Metro Bali
single-image

 

Jembrana (Metrobali.com)-

Kasus Covid-19 di Kabupaten Jembrana kembali bertambah. Bahkan penambahan kasus ini merupakan paling tinggi sejak enam bulan belakangan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arisantha dalam keterangan pers, Jumat (25/9) mengatakan hari ini ada peningkatan kasus cukup signifikan sebanyak 31 warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Warga ini lanjutnya, tersebar dibeberapa desa maupun kelurahan di lima kecamatan di Jembrana, Kecamatan Pekutatan, Mendoyo, Jembrana, Negara dan Melaya.

Dari 31 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini, beberapa diantaranya ada dari hasil tracking kontak dan kasus baru dampak dari kegiatan adat atau keagamaan seperti pawiwahan (pernikahan) dan ngaben.

Kasus positif Covid-19 karena klaster pawiwahan kata dia, terjadi di Banjar Munduk Anggrek Kaje, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo dan di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya.

“Yang di Munduk Angrek Kaje ini undangannya ada yang dari Buleleng. Kalau yang di Desa Candikusuma menghadiri undangan ke Buleleng” jelas Arisantha.

Di Yehembang di Banjar Tegak Gede terdapat satu keluarga terkonfirmasi positif yakni ayah, ibu dan dua orang anaknya. Mereka terkonfirmasi dari pasien positif sebelumnya. Sedangkan di Banjar Pasar terkobfirmasi dari seorang cleaning servis puskesmas.

Untuk klaster pengabenan sambungnya, terjadi di Kecamatan Jembrana dialami beberapa warga di Kelurahan Dauhwaru. Karena Beberapa hari lalu di Lingkungan Banjar Munduk di kelurahan setempat diadakan kegiatan upacara pengabenan (Ngaben).

Selain di Dauhwaru, seorang warga dari Desa Yeh Kuning dan satu orang dari Kelurahan Sangkaragung juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Di Kecamatan Pekutatan, seorang warga dari Bading Kayu. Warga ini hasil tracking kontak erat dengan pasien probable yang meninggal beberapa hari lalu. Sedangkan di Kecamatan Negara, seorang warga dari Desa Tegal Badeng Timur dan dari Desa Kaliakah.

Baca Juga :
Rencana Kenaikan BBM Berpengaruh Pada Produksi Listrik

Sementara di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, seorang ibu hamil terkonfirmasi positif. “Untuk klaster pawiwahan di Yehembang memiliki gejala anosmia atau gangguan pada indra penciuman” ujarnya.

Berkaca dari jumlah penambahan kasus ini, Arisantha kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu mengedepankan protokol kesehatan. Terlebih beberapa kasus belakangan muncul dari klaster kegiatan keagamaan atau adat. Selain klaster keluarga, perkantoran maupun pelaku perjalanan.

Arisantha mengatakan secara kumulatif jumlah kasus positif di Jembrana sampai Jumat (25/9) sebanyak 290 orang. Dari jumlah ini total kumulatif kesembuhan sebanyak 199 orang dengan 6 meninggal dunia. Sementara RSU Negara kini merawat 33 orang terkonfirmasi positif, sedangkan 52 orang lainnya menjalani isolasi mandiri. “Penambahan kasus hari ini merupakan paling tinggi sejak enam bulan belakangan” pungkasnya. (Komang Tole)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.