Tersangka Mutilasi Bantah Kalau Daging Korban Dijual

Metro Bali
single-image

pengakuan tersangka Fikri

Klungkung ( Metrobali.com )

Santernya isu dibawah kalau daging korban mutilasi telah dijual kepedagang Bakso dan Sate Kambing dibantah tersangka Fikri. Hal itu disampaikan Fikri selasa ( 1/7 ) sekira pukul 14.00 wita diruang Kasat Reskrim Polres Klungkung. “ Ah berita bohong itu pak…tidak ada sama sekali, itu orang jahil membuat isu yang tidak benar, “ ujarnya. Saya terkejut setelah tahu berita isu dibawah seperti itu, imbuhnya. Fikri mengaku sudah membuang semua potongan tubuh korban seperti apa yag telah dilakukan Rekontrusi beberapa hari yang lalu dan dirinya lupa dimana dibuang karena sakin banyak TKP pembuangan potongan tubuh korban.  Bahkan dirinya juga heran kalau ada isu, Kelamin dan Susu korban ditaruh di Freser. “ wah..isu itu juga bohong dan tidak benar,  saya tidak punya Freser, “ ujarnya heran.

Sementara itu Kapolres Klungkung AKBP Ni Wayan Sri Yudatmi Wirawati, Sik, disela-sela menyambut Hari Bhayangkara Ke- 68 dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada tersangka menjual atau membawa daging korban ke pedagang Bakso dan ketempat lainnya. Kapolres menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terbawa isu tersebut, dan diyakinkan  tidak ada peredaran daging apapun bentuknya yang diduga atau isu yang disebarkan oleh pihak – pihak yang bertanggung jawab itu. Kapolres mohon kepada masyarakat tetap percaya kepada pihak kepolisian bahwa tidak benar daging yang diduga dari mutilasi itu dijual apalagi diolah menjadi Bakso dan lain sebagainya. “ Jadi saya harap isu itu bisalah hilang kalau isu itu tidak benar, “ ujarnya. Jangankan menjual daging..ketemu orang atau masyarakat aja tersangka tidak berani, sehingga jangan mudah percaya yang akan menyulitkan kita semua malah menambah krodit situasi, imbuh Sri satu satunya Kapolres wanita yang ada di Bali. SUS-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Lomba PKTP Tingkat Provinsi Bali : SDN 6 Tuban, SMPN 3 Mengwi dan SMAN 1 Kuta Wakili Badung

Leave a Comment

Your email address will not be published.