Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Terduga Pembunuh Polisi di Pantai Kuta Minta Perlindungan Konjen Australia

Metro Bali
single-image
Sugeng PriyantoKapolda Bali, Inspektur Jenderal Sugeng Priyanto
Denpasar, (Metrobali.com) –
Sara Connor dan David Taylor, dua warga asing asal Australia dan Inggris yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Aipda I Wayan Sudarsa ditangkap kala tengah berada di Kantor Konsulat Jenderal Australia. Mereka ditangkap saat tengah meminta perlindungan kepada perwakilan Pemerintah Australia di Bali. “Mereka meminta perlindungan ke Konjen Australia. Tapi anggota kami sudah siaga di sana,” kata Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Sugeng Priyanto di Mapolresta Denpasar, Jumat 19 Agustus 2016.
Saat ini, kata Sugeng, keduanya akan menjalani proses interogasi untuk mencocokkan keterangan saksi dan bukti-bukti yang ditemukan di lokasi. “Ada sembilan saksi yang telah kita periksa. Mereka berdua ini dari home stay ke luar lalu pindah ke Kedonganan, Jimbaran. Sekarang sedang diinterogasi, kita cocokkan antara keterangan saksi dan barang bukti di TKP,” terangnya.
Kapolda mengaku telah menginterogasi keduanya secara langsung. Menurut pengakuan Sara, saat peristiwa kelabu itu terjadi ia dan David tengah mabuk.
“Tadi saya interogasi langsung. Menurut pengakuan Sara pada saat itu dia mabuk. Jadi dia belum ingat cerita malam itu. Dia cerita masih mutar-mutar begitu,” terang Sugeng. Sementara David belum mau diinterogasi. Ia masih menunggu tim pengacara yang disiapkan oleh Konjen Inggris tiba.
“Sementara yang laki-laki belum mau saya interogasi dengan alasan masih menunggu lawyer. Saya sudah tawarkan apakah mau mengadakan sendiri lawyer dari kedutaan atau kita siapkan. Jadi belum ada yang bisa kita korek. Mereka mengakui kedua orang ini sedang berpacaran,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolda mengonfirmasi jika keduanya belum ditetapkan sebagai tersangka. “Statusnya belum tersangka. Diperiksa saja belum. Tadi dia (Sara) jelaskan kepada saya, saat berpacaran itu tasnya hilang saat dia lihat ke belakang. Ini nanti akan kita konfirmasi lagi. Kalau dia bilang tasnya sudah hilang sebelumnya, itu saja sudah berbeda. Keterangannya masih berubah-ubah. Kepada saya mengaku hilangnya pada saat kejadian itu,” ujarnya.
“Yang lelaki dan Sara ada luka di tangannya. Tapi katanya itu luka sudah beberapa hari lalu. Nanti kita cek lagi,” tutup Kapolda. JAK-MB
Bagikan :
Baca Juga :
PAN : Tantangan KMP Semakin Berat

Leave a Comment

Your email address will not be published.