Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tanah Negara Diklaim Individu dan Dijadikan Kandang Sapi, Krama Banjar Adat Nyuh Kukuh Nusa Penida Protes Keras

Metro Bali
single-image

Foto: Gerakan Pemuda Peduli Aset Desa Adat Nyuh Kukuh Ped, Nusa Penida, protes tanah negara diklaim individu dan dijadikan kandang sapi.

Klungkung (Metrobali.com)-

Krama Banjar Adat Nyuh Kukuh, Desa Adat Nyuh Kukuh Ped, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida protes keras dengan ulah Krama dari luar desa adat yang menjadikan lahan tanah negara di kawasan Pelabuhan Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida sebagai kandang sapi.

Pasalnya, selama ini tanah negara tersebut secara turun-temurun dimanfaatkan oleh Krama Banjar Adat Nyuh Kukuh  untuk fasilitas umum yang dilelang desa adat.

Bahkan belakangan diketahui pula tanah negara tersebut sudah dimohonkan oleh individu yang kini memanfaatkan tanah negara tersebut untuk kandang sapi.

Krama adat pun kaget dan tidak terima dengan ulah individu yang merupakan krama luar desa adat ini.

“Kami protes karena tanah ini sudah kami fungsikan secara turun temurun oleh leluhur krama di Banjar Adat Nyuh Kukuh untuk fasilitas umum dikelola oleh desa adat.Tapi sekarang di klaim oleh individu yang mengatakan dirinya sudah memiliki tanah itu,” kata  Koordinator Gerakan Pemuda Peduli Aset Desa Adat Nyuh Kukuh Ped Kadek Wira.

Yang lebih membuat warga kesal malahan belakang tanah tersebut digunakan sebagai kandang sapi membuat oleh oknum penduduk luar krame desa adat yang malah membuat lingkungan pelabuhan pariwisata menjadi kumuh.

“Dan yang lebih menyakitkan lagi tanah itu mau diklaim sudah disertifikatkan,” ungkap Wira didampingi sejumlah pengurus dan anggota Gerakan Pemuda Peduli Aset Desa Adat Nyuh Kukuh Ped seperti Gede Mardana, Kadek Wata Mabit, Wayat Suyat dan Wayan Cut.

Padahal oknum ini hanya membuat SPPT tanah negara ini dan baru mengajukan permohonan sertifikat ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Klungkung tapi sudah diklaim bahwa tanah tersebut adalah miliknya.

Baca Juga :
Anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Parta Gandeng Kemenperin Gelar Bimtek IKM, Tingkatkan Produktivitas UMKM

“Krama disini mau protes. Pemohon sertifikat tersebut bukan warga dari desa adat, tapi orang luar dari desa adat. Kami minta tanah-tanah negara ini agar tetap difungsikan oleh desa adat dan ke depan mau dimohon oleh desa adat agar sertifikat atas nama desa adat,” tegas Wira.

Ke depannya desa adat berencana mengelola dan memfungsikan tanah tersebut untuk fasilitas pariwisata yang bisa menghasilkan sesuatu untuk krama desa adat dan untuk keperluan atau kepentingan adat krama desa adat.

Krama adat dan Gerakan Pemuda Peduli Aset Desa Adat Nyuh Kukuh Ped  juga meminta kepada aparat terkait agar menghentikan proses permohonan sertifikat yang dilakukan oleh individu/oknum tersebut.

“Ke depannya agar pihak BPN Klungkung membantu Desa Adat Nyuh Kukuh yang memohon untuk diterbitkan sertifikat atas tanah negara ini guna bisa difungsikan oleh desa adat,” tandas Wira. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.