Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tampil di Sanur Village Festival 2019, Ini Persamaan Katon Bagaskara dan Pantai Matahari Terbit

Metro Bali
single-image

Foto: Musisi Katon Bagaskara saat menghibur ribuan penonton Sanur Village Festival, Kamis (22/8/2019) malam.

Denpasar (Metrobali.com)-

Musisi Katon Bagaskara mengaku berulang kali diundang untuk tampil di panggung hiburan Sanur Village Festival, tetapi baru kali ini bisa hadir dan merasakan berbagai kemudahan.

Misalnya, ia tidak perlu membawa musisi dari Jakarta, karena sudah nyaman dengan band Summer Queen yang biasa main di sebuah restoran di kawasan Legian, Kuta.

Para musisi dan dua penyanyi latar perempuan band lokal in sangat pas bagi Katon untuk mengiringi lagu-lagunya.

Katon mengatakan sangat sering ke Bali, bahkan salah satu lagunya, ‘Taksu Pulau Dewata’ yang diciptakan di Tegalalang pada 1980-an memuji pulau dambaannya ini.

Dalam lirik lagu itu disebut sejumlah destinasi seperti  Seminyak, Kuta, Ubud, Kintamani hingga Bukit Jimbaran.

“Saya nyanyikan lagu yang tidak banyak orang tahu, saya bikin karena saya sangat mencintai Pulau Bali ini,” katanya kepada ribuan penonton Sanur Village Festival, Kamis (22/8/2019) malam.

Bagi Katon, kehadirannya malam itu juga dikarenakan ketidakterdugaan antara dirinya dengan lokasi festival yang memiliki kemiripan.

Ya, lokasi festival Pantai Matahari Terbit, mirip dengan nama Katon yang dalam bahasa Jawa berarti ‘terlihat’ dan Bagaskara itu artinya matahari.

“Di sinilah matarari pertama terlihat, matahari terbit yang meronakan keindahan tiada tara. Matahari Tebit sama dengan Katon Bagaskara, begitu ilmu gotak-gatuk orang Jawa. Yang jelas saya sangat merasakan spirit dan taksu tempat ini,” katanya.

Beberapa lagu Katon memang sangat familiar, sehinggga membuat penonton ikut melantunkan lirik demi lirik yang membuat malam itu penuh kehangatan.

Apalagi ketika Katon mengajak penonton berdiri untuk mendekati panggung untuk menciptakan dialog dan keakraban.

Baca Juga :
Pentingnya Pendidikan Karakter Sekaa Teruna

Sepuluh lagu yang dinyanyikan Katon seperti terasa sebentar. Diawali ‘Dengan Logika’ dan ‘Terpurukku di sini’, Katon memilih jeda sambil bercerita tentang kedekatannya dengan pelukis Bali seperti Nyoman Sujana Kenyem, Dolar Astawa, dan Ida Bagus Indra yang disebutnya hadir pada malam itu.

Kemudian lagu lainnya ‘Negeri di Awan’, ‘Meniti Hutan’, ‘Tak Bisa ke Lain Hati’, ‘Jogjakarta’, ‘Lara Hati’, ‘Cinta Putih, dan terakhir ‘Dinda di Mana?’ Katon kembali mengajak pengunjung bagai paduan suara.

Katon yang kelahiran 1966 masih menunjukkan stamina dan vokal yang terjaga. Selain memiliki album solo, Katon juga punya grup KLa Project dan bersama saudaranya, Nugie dan Andre, mengeluarkan album trio.

Ia sangat mengapresiasi Sanur Village Festival yang merupakan acara ‘oleh, dari, dan untuk kita‘ yang menggratiskan penonton menikmati hiburan.

“Semoga acara ini terus bertahan dan tidak menjadi komersil, sehingga bisa dinikmati dan selalu dinantikan banyak orang,” katanya. (dan)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.