Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sukseskan Festival Indonesia di Moscow 2-4 Agustus 2019, Ini Masukan BPPD Badung

Metro Bali
single-image

Foto: BPPD Badung menggelar diskusi tentang marketing strategi untuk pasar Rusia di H Sovereign Bali, Tuban, Badung, Selasa (11/6/2019).

Mangupura (Metrobali.com)-

Festival Indonesia di Moscow, Rusia kembali digelar pada 2-4 Agustus 2019 mendatang. Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung berharap festival kali bisa lebih sukses dari tahun sebelumnya.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi tentang marketing strategi untuk pasar Rusia di H Sovereign Bali, Tuban, Badung, Selasa (11/6/2019).

Mangku Sulasa selaku Executive Director BPPD Badung mengungkapkan ada beberapa masukan yang perlu ditindaklanjuti oleh pihak otoritas dan pihak berkepentingan lainnya berkaitan dengan pelaksanaan Festival Indonesia di Moscow 2-4 Agustus mendatang.

Pertama, Festival Indonesia di Moscow ini sesungguhnya diprioritaskan sebagai ajang promosi hasil UMKM. Jika mengharapkan partisipasi masyarakat pariwisata daerah untuk pasar Rusia yang begitu besar ini, diharapkan pihak KBRI bisa memfasilitasi booth dan tempat untuk pelaksanaan B to B meeting kepariwisataan.

“Sebagian dari kita hanya tahu Moscow dan St. Petersburg yang mana sesungguhnya kawasan Rusia timur memiliki potensi wisatawan yang besar yang harus dipertimbangkan yang jauhnya mencapai 9 jam terbang menuju Moscow,” kata Mangku Sulasa.

Namun menggarap pasar Rusia sebagaimana halnya pasar lain yang diperebutkan banyak destinasi lain. Maka promosi harus memiliki daya saing yang mengungguli para pesaing.

Hal ini dinilai hanya dapat dilakukan oleh Bali secara utuh baik dalam koordinasi promosinya maupun dalam hal koordinasi materi promosinya.

Untuk itu Mangku Sulasa sangat berharap pegiat promosi Bali bisa terkoordinasi dengan baik. “Setidaknya ada satu orang yang diberikan kewenangan oleh daerah kebupaten kota se-Bali sebagai penjaga gawang konsistensi kebersamaan ini,”ujarnya.

Di sisi lain kebijakan bebas visa bisa dikatakan berhasil dalam meningkatkan jumlah kunjungan ke Indonesia dan ke Bali pada khususnya. Namun dampaknya juga wajib dipertimbangkan seperti kurang terkendalinya kedatangan kelas wisatawan yang datang ke Bali.

Baca Juga :
Beraksi di 6 TKP, Pelaku Curanmor Ditangkap Polisi

Di samping juga pengawasan dan pelaksanaan aturan yang harus lebih baik. Termasuk juga wajib memilih sasaran segmen pasar berkelas dengan mempromosikan destinasi dan fasilitas kepariwisataan yang berkualitas juga.

“Kegemaran sebagian besar wisatawan Rusia adalah wisata petualang dan community culture yang harus terus dibenahi,” kata Mangku Sulasa.

Dalam diskusi ini juga disepakati menunjuk BPPD Badung dan khususnya meminta Kadisparda Badung untuk mengkoordinasi pegiat promosi pasar Rusia di Bali berkaitan dengan Festival Indonesia ini. Sekaligus mengkomunikasikannya dengan KBRI di Moscow, sebagai wujud komunikasi antar pemerintah.

“Kami juga meminta bila jadwal table top Badung bisa diundur mengingat ada travel mart BtoB di Rusia di bulan September. Ini agar industri dan buyer tidak bingung yang mana yang harus dihadiri,” tutup Mangku Sulasa.

Sejumlah stakeholder terkait yang ikut dalam diskusi ini dan memberikan masukan seperti Asekan – Direktur Asia Collecion, Muhammad Permana Yuda – Pacific Holidays, Jeffri Budiman – President Direktur BMW Tour, Buriyanto – Wita Tours, Nyoman Astama – Ketua IHGMA Bali, Ramia Adnyana Wakil ketua BPPD Badung.

Stakeholder lainnya seperti Febi dari Singapore Airlines,  Dewi – Damayanti – Bali Cemerlang, Ketut Wiranatha mewakili Kadin Badung, dan beberapa pegiat pasar Rusia lainnya. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.