Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Setelah Ikan Kembung, Gus Adhi Gaungkan Potensi Bunga Rosella untuk Pangan dan Kesehatan, Targetkan Pasar Ekspor

Metro Bali
single-image

Foto: Anggota Komisi IV DPR RI/Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi) mendorong pengembangan dan pengolahan bunga rosella untuk pangan dan kesehatan.

Badung (Metrobali.com)-

Anggota Komisi IV DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) memang tidak main-main menunjukkan totalitasnya membangun potensi pertanian, peternakan dan perikanan Bali serta meningkatkan kesejahteraan para petani, peternak dan nelayan.

Setelah sebelumnya mendorong potensi pemasaran dan pengolahan ikan kembung yang kaya omega 3 dan kandungan gizi lainnya serta mudah dan murah didapatkan, kini Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali ini menggaungkan potensi bunga rosella untuk pangan dan kesehatan.

Politisi senior Golkar yang akrab disapa Gus Adhi ini mendorong agar budidaya bunga rosella bisa digalakkan dan pihaknya siap memfasilitasi akses pemasaran maupun mendorong usaha/industri pengolahan rosella ini untuk produk pangan maupun kesehatan.

“Kita perlu angkat komoditas lain salah satunya bunga rosella,” tegas Gus Adhi ditemui usai menggelar acara buka puasa bersama, menyerahkan bantuan 1.100 paket sembako, santunan anak yatim dan dhuafa di Jro Amatra, Kerobokan, Badung, Sabtu (23/5/2020).

Aksi sosial kemanusiaan ini digelar serangkaian menyambut HUT SOKSI ke-60 dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Lebih lanjut Gus Adhi mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) BaliĀ agar mengkaji lebih jauh berbagai khasiat bunga rosella ini dan bagaimana pengolahan/pengembangannya untuk produk pangan dan kesehatan.

“Bagaimana mengangkat potensi bunga rosella ini sedang saya galakkan dengan mengandeng BPTP Bali untuk kaji kandungan rosella dan bagaimana bunga ini agar bisa diolah jadi serbuk dan teh maupun produk lainnya yang bisa kita pasarkan,” ungkap Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, kehutanan dan kelautan ini.

Baca Juga :
Kuasa Hukum KPU Berpengalaman Tangani Sengketa Pemilu

Potensi Diversifikasi untuk Pangan dan Kesehatan

Gus Adhi lantas mengutip hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat mengenai “Potensi Diversifikasi Rosella Herbal (Hibiscus Sabdariffa L.) untuk Pangan dan Kesehatan”

Hasil penelitian yang dipublikasikan tahun 2017 ini menyebutkan semua bagian tanaman rosella memiliki kandungan fitokimia yang berpotensi memiliki efek farmakologis dan fisiologis.

Senyawa fitokimia tersebut meliputi kelompok senyawa fenol, alkaloid, tannin, flavonoid, saponin, dan asam organik.

Fungsi rosella secara farmakologis diantaranya memiliki aktivitas antibakteri, antifungal, aktivitas antiinflamasi, antidiabetes, aktivitas antioksidan, dan aktivitas antihipertensi.

Diversifikasi produk rosella meliputi nanokapsul ekstrak rosella, pewarna alami, pangan fungsional, obat herbal, feed additive, bahan kosmetik, minyak goreng, cat, dan bahan bakar nabati.

Inovasi teknologi proses produksi dalam diversifikasi produk rosella perlu terus dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dan optimalisasi pemanfaatan komponen bioaktif rosella herbal.

Usaha ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan produksi rosella herbal nasional.

Sejumlah hasil penelitian lain juga menunjukkan kelopak bunga rosella memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai suatu sediaan anti-aging.

Salah satu kandungan dari bunga rosella yang penting adalah senyawa antosianin yang berkhasiat sebagai antioksidan.

Ekspor Bali Rosella

Melihat berbagai potensi tersebut, Gus Adhi lantas bercita-cita dan punya tekad kuat mendorong agar produk olahan bunga rosella bisa menjadi salah satu komoditas unggulan Bali bahkan bisa menjadi komoditas ekspor.

Terlebih tumbuhnya bunga rosella sangat mudah dan cocok di berbagai tempat. Gus Adhi sendiri mendorong bunga rosella ini dikembangkan di beberapa daerah di Bali seperti Kubu, Karangasem. Ia juga membagikan bibit rosella di Tabanan, Badung dan beberapa daerah lainnya.

“Ke depan perlu kita galakkan buat klaster perkebunan bunga rosella di beberapa daerah di Bali. Harapannya Bali Rosella jadi unggulan ekspor,” tandas Gus Adhi.

Baca Juga :
Kasad : TMMD Manifestasi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat

Bunga rosella adalah bunga yang berasal dari benua Afrika dengan nama latin Hibiscus sabdariffa L. Bunga yang berwarna merah ini memiliki beberapa vitamin, di antaranya vitamin C, vitamin B3 (niasin), dan vitamin B9 (folat).

Kandungan jenis mineral seperti zat besi, kalsium, seng, natrium, fosfor, magnesium, dan kalium juga terkandung di dalam bunga rosella.

Pada umumnya, bunga rosella dinikmati dalam bentuk teh yang dapat disajikan hangat maupun dingin. Selain dibuat teh, manfaat rosella merah bisa dinikmati dalam bentuk olahan lain seperti salad, selai, dan lainnya. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.