Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Serunya Comfest 2019 Fikom Dwijendra, Tingkatkan Kreativitas dan Life Skill Komunikasi

Metro Bali
single-image

Foto: Para pemenang lomba dalam Comfest 2019 Fikom Universitas Dwijendra bersama dosen, juri saat acara di Aula Udyana Santhi Yayasan Dwijendra Denpasar, Sabtu (20/7/2019).

Denpasar (Metrobali.com)-

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dwijendra (Fikom Undwi) menggelar Communication Festival (Comfest) 2019 di kampus setempat, Sabtu (20/7/2019. Acara dimeriahkan berbagai lomba seperti lomba presenter, penyiar, fotografi dan esai yang diikuti puluhan pelajar se-Bali.

Comfest 2019 Fikom Undwi dibuka bersamaan dengan Mural Competition #2 Fakultas Teknik Universitas Dwijendra. Acara dibuka Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. I Ketut Wirawan, S.H.,M.Hum., didampingi Rektor Universitas Dwijendra Dr. Ir.  Gede Sedana, M.Sc., M.MA.

Hadir pula Wakil Rektor III Undwi Drs. Made Sutika M.Si., Dekan Fikom Undwi Drs. Wayan Kotaniartha, S.H., M.H., M.I.Kom.,Dekan FT Undwi Frysa Wiriantari S.T.,M.T.,serta ratusan peserta se-Bali.

Ketua Panitia Comfest 2019 Tenny Christhine dalam laporannya mengungkapkan Comfest 2019 yang merupakan acara tahunan Fikom Dwijendra kali ini mengusung tema “Membangun Pendidikan Karakter Generasi Muda Melalui Budaya Kearifan Lokal di Era Revolusi Industri 4.0”

Dikatakannya, revolusi industri 4.0 memang tentang dominasi teknologi dalam kehidupan manusia. Tapi bukan hanya itu, revolusi ini juga memaksa manusia untuk membuka diri pada beragam identitas yang lain.

“Maka dari itu, manusia sebagai insan komunikasi sesungguhnya akan menghadapi aneka gempuran,” kata mahasiswa Fikom Dwijendra semester 4 ini.

Disinilah pentingnya peran pendidikan serta nilai-nilai budaya, untuk menguatkan masyarakat dalam menghadapi dinamisnya dunia. Dengan demikian, nilai-nilai luhur kebudayaan harus semakin diperkuat melalui jalur apapun.

Karenanya melalui Comfest 2019, diharapkan bisa menjadi wadah untuk menampung aneka aspirasi generasi muda yang nantinya akan menjadi tulang punggung bangsa ini.

Sembari memperingati Dies Natalis ke-37 Universitas Dwijendra, Comfest 2019 juga mengajak generasi muda untuk meningkatkan daya berpikir kreatif dan mengembangkan life skill yang dimiliki, melalui lomba penulisan esai, presenter, penyiar, dan fotografi.

Baca Juga :
Polda Bali Kantongi Ciri Tiga Pelaku Perampas Senjata Brimob

Comfest 2019 menggaet peserta SMA/SMK se Bali, dengan total peserta yang terdaftar kurang lebih sebanyak 67 peserta. Peserta berasal dari kurang lebih 16 sekolah di 6 kabupaten kota yakni Badung, Denpasar, Tabanan, Gianyar, Klungkung, dan Bangli.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dwijendra Drs. Wayan Kotaniartha, S.H., M.H., M.I.Kom., menambahkan Comfest 2019 ini sebagai wahan berikan ruang kepada generasi muda untuk mengasah dan mengembangkan minat dan bakatnya.

Khususnya terkait skill komunikasi baik lisan maupun dalam bentuk tulisan yang memang menjadi bagian penting dalam keseharian maupun pekerjaan atau karir.

“Kami harapkan mereka jika menggeluti profesi di bidang komunikasi bisa jadi penyiar, presenter, fotografer dan jurnalis atau penulis yang baik dan profesional,” ujar Kotaniartha didampingi Kaprodi Ilmu Komunikasi Fikom Dwijendra Dra. AA Rai Tirtawati, M.Si.

Acara Comfest ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa Fikom Dwijendra untuk menerapkan mata kuliah manajemen event sehingga diharapkan bisa menangani dan menggelar event-event secara profesional.

Acara Comfest 2019 ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. I Ketut Wirawan, S.H.,M.Hum., dan Rektor Universitas Dwijendra Dr. Ir.  Gede Sedana, M.Sc., M.MA.

“Kami senang dan bangga dengan kreativitas mahasiswa yang mulai terus bergeliat. Ini juga bagus untuk lebih gaungkan nama kampus. Nama Dwijendra harus terus naik, jangan sampai tidak terdengar,” kata Wirawan.

Hal senada disampaikan Rektor Dwijendra. “Jelang Dies Natalis kami ajak generasi muda tuangkan gagasan, ide lewat festival ini. Tema yang diangkat juga erat kaitannya dengan nilai budaya dan kearifan lokal yang kental dengan visi Gubernur Bali,” ujar Rektor Dwijendra. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.