Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Seri Ketiga Buku Luh Ayu Manik Mas Diluncurkan di Bentara Budaya Bali

Metro Bali
single-image

Keterangan foto: Seri ketiga dari buku petualangan Luh Ayu Manik Mas yang dibuat oleh BASAbali Wiki diluncurkan di Bentara Budaya Bali (BBB) pada program Pustaka Bentara, Sabtu (10/08)/MB

Gianyar, (Metrobali.com) –

Seri ketiga dari buku petualangan Luh Ayu Manik Mas yang dibuat oleh BASAbali Wiki diluncurkan di Bentara Budaya Bali (BBB) pada program Pustaka Bentara, Sabtu (10/08). Adapun seri ketiga cerita bergambar ini ditulis oleh I Putu Supartika, berjudul “Luh Ayu Manik Mas Pahlawan Lingkungan”.

Tampil sebagai narasumber dan pembahas yakni I Putu Supartika (Penulis, Jurnalis),  Gus Dark (Ilustrator), dan Gede Robi Navicula (Seniman, Aktivis Lingkungan). Turut memaknai peluncuran, ditampilkan pula pertunjukan musik akustik oleh Robi Navicula dan Arunika Band Bali, serta pembacaan cerita oleh Gede Putra Ariawan (Sastrawan, Peraih Rancage 2015).

Luh Ayu Manik Mas merepresentasikan sosok perempuan Bali yang tangguh dan mencintai budaya Bali. Karakter perempuan pahlawan super (prawireng putri) ini lahir dari pemikiran bersama para penulis dan ilustrator dan publik umum, di mana masyarakat diajak untuk menentukan karakter yang cocok sebagai sosok perempuan remaja pahlawan super dari Bali dan perjalanan kisahnya, melalui seluruh platform media sosial BASAbali Wiki, seperti polls yang ada di twitter @BASAbali.

Budi Utami, Wiki Editor In Chief, menyampaikan bahwa penulisan buku ini dimulai ketika BASAbali Wiki berkesempatan menerima dua grant dari Asia Foundation pada tahun 2019. Pertama adalah menerjemahkan sejumlah buku cerita dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Bali. Kedua adalah grant untuk membuat karakter superhero perempuan Bali beserta penulisan tiga kisah petualangannya.

Seri pertama buku Luh Ayu Manik Mas berjudul “Tresna Ring Alas”, ditulis I Made Sugianto, telah diluncurkan pada 4 Mei 2019. Sementara buku kedua berjudul “Ngae Perpustakaan Keliling”, ditulis Ari Dwijayanthi, diluncurkan pada 20 Juni 2019.

Baca Juga :
Rai Mantra Resmi Membuka Acara Bhakti Sosial FE Unwar di Serangan

Peluncuran buku ketiga bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang diperingati setiap 10 Agustus. Sebagaimana semangat HKAN untuk  mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam, pada kisah petualangannya kali ini Luh Ayu Manik Mas dihadapkan pada kenyataan betapa keberadaan plastik sangat membahayakan dan merugikan kehidupan.

Melalui kisah ketiga ini, tim BASAbali mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk aktif dan kreatif dalam mengurangi pemakaian plastik dalam keseharian. Keberadaan tokoh superhero remaja Luh Ayu Manik Mas yang berasal dari Bali dan bangga berbahasa Bali ini diharapkan menjadi pemacu generasi muda untuk tetap mencintai budaya lokal sembari melestarikan lingkungan dengan cara-cara dinamis di era milenial ini.

Era digital saat ini telah memberikan banyak peluang untuk mengembangkan potensi di dalam segala bidang kehidupan. Adanya peluang positif di era digital ini membuat BASAbali (https://basabali.org) turut mengayunkan langkah dalam pemanfaatan kemudahan akses informasi. BASAbali  adalah kolaborasi para seniman, penulis, praktisi bahasa dan pecinta lingkungan, serta pakar bahasa yang berupaya menjaga alam dan budaya Bali tetap kokoh.

Melalui situs web BASAbali Wiki (http://dictionary.basabali.org), BASAbali mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif mengisi kamus daring tiga bahasa (Bali- Indonesia-Inggris) BASAbali Wiki serta bersama-sama mengembangkan situs web ini menjadi sebuah perpustakaan virtual tentang kebudayaan Bali.

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.