Sempat Ngobrol Bersama Orang Tua, Putu D Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Metro Bali
single-image

 

Jembrana (Metrobali.com)-

Seorang warga dari Kecamatan Negara, Putu D (23) meninggal dunia karena gantung diri. Korban pertama kali ditemukan istrinya, Kadek S (22) pada Kamis (14/1) sekitar pukul 23.30 Wita.

Dari informasi, malam itu korban (Putu D) ngobrol bersama orang tuanya (ibu korban) di kamar tamu. Sedangkan istrinya berada di dalam kamar bersama anaknya.

Seusai ngobrol, korban masuk ke dalam kamar. Saat di dalam kamar, istrinya menanyakan terkait topik yang dibicarakan. Namun oleh korban akan diberitahu besok. Karena akan diberitahu besok, istrinya kemudian berpesan agar korban mendengarkan kata-kata orang tua.

Sekitar pukul. 22.00 korban pergi mandi ke kamar mandi yang berada di sebelah barat bangunan induk (rumah tempat tinggal). Namun hingga satu jam lebih korban belum kembali.

Mengetahui hal ini sekitar pukul 23.30 istri korban kemudian mencarinya dan korban (suaminya) ditemukan tergantung di pohon croring di sebelah barat kamar mandi menggunakan tali plastik nilon warna biru. Melihat korban (suaminya) tergantung, istri korban berteriak minta tolong.

Dibantu warga sekitar, korban kemudian diturunkan. Kejadian itu kemudian disampaikan ke aparat desa dan kepolisian.

Kejadian ini diduga karena korban kebingungan. Pasalnya, saat ngobrol itu mereka sempat membicarakan solusi terkait hasil pemeriksaan kesehatan Istri korban. Bahkan ibu korban sempat menyarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi jika berhubungan. Ketika dinasihati itu korban tidak menjawab.

Istri korban diduga mengidap HIV. Penyakit ini diketahui sekitar dua tahun lalu ketika melakukan chek kehamilan. Istri korban bahkan rutin setiap bulan mendatangi RSU Negara untuk mendapatkan penanganan.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita seizin Kapolres Jembrana Jumat (15/1) membenarkan kejadian tersebut.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan dokter Puskesmas I Negara tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Akan kejadian ini pihak keluarga sudah mengiklaskan “Korban diduga kebingungan atau tersinggung setelah ngobrol bersama orang tuanya” ujar Yogie. (Komang Tole)

Bagikan :
Baca Juga :
Tumpek Landep, Simakrama Bulan Juni Diundur
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Leave a Comment

Your email address will not be published.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});