Seminar Empat Pilar Kebangsaan di Kintamani, Gde Sumarjaya Linggih Ajak Perkuat Perekonomian Desa Hadapi Pandemi

Metro Bali
single-image

Foto: Anggota MPR RI Gde Sumarjaya Linggih usai menggelar Seminar Empat Pilar Kebangsaan di Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

Bangli (Metrobali.com)-

Anggota MPR RI Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa GSL, kembali turun ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.  Kali ini Wakil Komisi Komisi VI DPR RI yang juga akrab disapa Demer turun di Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali belum lama ini.

Seminar Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Aula Kantor Perbekel Kintamani ini mengangkat  tema “Kita Bangun Desa yang Bagus untuk Memperkokoh Empat Pilar Kebangsaan.”

Dalam kesempatan ini Gde Sumarjaya Linggih juga banyak memotivasi masyarakat agar tetap semangat menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Diantaranya dengan tetap memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menghindari kerumunan.

Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali ini juga mengapresiasi keberadaan Kintamani merupakan barometer perekonomian di Bangli. Banyak potensi yang ada di kintamani salah satunya pertanian dengan komoditas unggulan seperti buah jeruk dan buah-buahan lainnya.

Kintamani juga menjadi salah satu destinasi pariwisata favorit di Bali. Terlebih belakangan ini sangat banyak tempat-tempat baru atau destinasi wisata baru di Kintamani yang viral dan menjadi trending.

Karenanya, Gde Sumarjaya Linggih optimisti perekonomian di Kintamani dan umumnya Bangli bisa bergeliat walaupun di tengah kondisi pandemi Covid-19. Namun tetap wajib taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Perekonomian harus bergeliat bangkit tapi kesehatan juga harus tetap terjaga,” kata politisi senior Golkar asal Desa Tajun, Kabupaten Buleleng ini.

Terkait dengan tema seminar, Gde Sumarjaya Linggih  menegaskan desa punya peran vital dan strategis memperkokoh empat pilar kebangsaan yakni NKRI, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan Pancasila.

Baca Juga :
Pemerintah Bakal Terus Optimalkan Penyerapan GAS Domestik

Bibit-bibit kehancuran negara ini hingga bisa dijajah secara ekonomi bisa bermula dari desa yang mengalami kesenjangan pemerataan pembangunan dan ekonomi. Namun sebaliknya jika perekonomian desa kuat, kesenjangan kecil maka akan memperkokoh empat pilar kebangsaan.

Agar tidak terjadi jurang kesenjangan sosial yang cukup besar dan lebar maka desa perlu dibangun, masyarakat desa perlu diberdayakan. Penguatan perekonomian desa menjadi hal yang vital dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional menghadapi pandemi Covid-19 m

“Maka saya berharap masyarakat di desa ini terus bekerja dengan baik sehingga NKRI terjaga. Kita bersama menjaga empat pilar dari desa. Kita kuatkan perekonomian desa agar tahan menghadapi pandemi,” ajak Anggota DPR RI empat periode ini.

Di akhir acara Gde Sumarjaya Linggih membagikan masker dan menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Dalam seminar ini hadir pula Made Subrata selaku tokoh masyarakat Kintamani yang sangat mengapresiasi kegiatan ini dan kepedulian Gde Sumarjaya Linggih kepada masyarakat Bangli.

“Masyarakat kami sangat perlu adanya motivasi dan sinergi pemerintah bersama semua komponen untuk menangani dampak pandemi Covid-19. Dan semoga pandemi ini segera berakhir,” pungkasnya. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.