Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sekda Klungkung Terima Tim Pusat Kajian Sapi Bali dari Universitas Udayana

Metro Bali
single-image

Foto : Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung  menerima audensi dari Tim Pusat Kajian Sapi Bali dari Universitas Udayana di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Rabu (19/6/2019). (MB/Humas Pemkab Klungkung)

Klungkung  (Metrobali.com)-

Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra mewakili Bupati Klungkung, menerima audensi dari Tim Pusat Kajian Sapi Bali dari Universitas Udayana yang  dipimpin oleh Ketua Pusat Kajian Sapi Bali, Prof. Dr. drh. Ni Ketut Suwiti , Mkes. Pertemuan Tim Pusat Kajian Sapi Bali ini merupakan tindaklanjut yang sebelumnya sudah dilaksanakan dengan Bupati Suwirta beberapa waktu  lalu yang membahas tentang program Sapi Bali Tersertifikasi dalam upaya peningkatan nilai jual/harga sapi Bali. Acara tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung Ida Bagus Juanida yang bertempat di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Rabu (19/6/2019).

Menurut Tim Ketua Pusat Kajian Sapi Bali, Prof. Dr. Ni Ketut Suwiti, Mkes, sejak tahun 2015 Pusat Kajian Sapi Bali bersama Dinas Pertanian Klungkung telah merancang kegiatan yang bertujuan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas sapi Bali di Nusa Penida. Kegiatan diawali dengan melakukan seminar, menyusun perencanaan Vilage Breeding Center (VBC), melakukan pendampingan kepada peternak, verifikasi dan validasi SKLB (Surat Keterangan Layak Bibit) serta lomba ternak di tahun 2017. “Seluruh program tersebut  belum mampu memberikan outcome kepada peternak dan terbukti dengan masih rendahnya nilai jual sapi Bali,” Ujarnya

Sekda I Gede Putu Winastra menyampaikan Sapi nantinya harus memiliki kwalitas yang lebih baik, menghasilkan daging dan bibit yang bagus pula. Setelah nantinya sapi menjadi banyak dipasaran, Pemerintah juga harus menjamin harga sapi tetap stabil. “Jika kwalitas daging sapi Bali dianggap kurang bagus, maka tugas dari para peneliti, akademisi dan juru masak untuk meneliti dan mengolah daging sapi balisehingga bisa menyaingi daging lainnya yang kwalitasnya lebih bagus,” Ujarnya.

Baca Juga :
Moeldoko mengaku pernah hidup terlunta-lunta

Lebih lanjut, Sekda Winastra menambahkan  melalui program Padat Karya Produktif bagi warga miskin, Pemkab Klungkung akan membantu warga kurang mampu yang mau menjadi peternak dengan pemberian bibit sapi tersertifikasi. “Semoga Lembaga Pusat Kajian Sapi Bali mampu menciptakan bibit sapi yang berkwalitas dan tersertifikasi,” Harapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung Ida  Bagus Juanida menyampaikan terkait sertifikat bibit sapi di Nusa Penida itu ditentukan dari indikator-indikatornya seperti apa baik itu induknya, berat lahirnya, pada umur sekian tinggi dan lingkar badannya berapa. “Sertifikat bibit sapi itu ditentukan bukan karena gemuknya saja, tetapi harus dicari seleksi induknya, urutan kelahiran dan keturunannya  jika sudah memenuhi persyaratan tersebut baru bisa di sertifikat,” ujarnya.

Sumber : Humas Pemkab Klungkung

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.