Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

SCI Ingin Pemerintah Kaji Konsep Transportasi Laut

Metro Bali
single-image

Setijadi-Supply-Chain-Indonesia-32-142x187

Jakarta (Metrobali.com)-

Organisasi Supply Chain Indonesia menginginkan pemerintah mengkaji secara menyeluruh konsep-konsep yang bakal digunakan dalam pengembangan sistem transportasi laut di kawasan perairan Indonesia.

“Sampai saat ini masih berkembang dua konsep utama sistem transportasi laut,” kata Ketua Supply Chain Indonesia Setijadi, Minggu (3/8).

Ia memaparkan, konsep pertama adalah konsep Logistik Maritim yang tercantum dalam Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional (Sislognas).

Konsep kedua, ujar dia, adalah konsep Pendulum Nusantara yang secara prinsip sama dengan konsep Tol Laut. “Kedua konsep tersebut perlu dikaji dari berbagai aspek secara komprehensif, terutama dari aspek kelayakan investasi, teknis, dan operasional, maupun dampaknya terhadap efisiensi logistik nasional,” katanya.

Setijadi memaparkan, berdasarkan konsep yang dipilih maka pemerintah selanjutnya diminta untuk melakukan evaluasi dan pengembangan rencana induk pelabuhan, baik secara nasional maupun pada masing-masing pelabuhan.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan peningkatan kapasitas logistik melalui moda transportasi laut merupakan hal yang vital dilakukan dalam rangka meningkatkan distribusi perikanan antara daerah produsen dengan konsumen.

“Selain peningkatan produktivitas sektor perikanan, juga mendesak dikembangkan sistem logistik dan transportasi khususnya transportasi laut untuk memperbaiki distribusi ikan antara sentra produksi dan sentra pasar dan industri,” kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP, Saut Hutagalung, Kamis (10/7).

Saut memaparkan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) sebagai pelaksanaan dari Perpres nomor 26 tahun 2012 tentang Sistem Logistik Nasional di bidang kelautan dan perikanan, sudah dimulai secara fisik tahun 2013 namun perlu dilanjutkan dan dipercepat.

Ia mengemukakan SLIN pada dasarnya mendekatkan sistem produksi hulu dengan sistem produksi hilir baik melalui laut maupun darat dan udara untuk komoditas tertentu. “Ini sejalan dengan program yang ditawarkan oleh salah satu capres yakni ‘Tol Laut’,” katanya.

Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan program tol laut bila direalisasikan pemerintahan mendatang dapat mengurangi beban biaya logistik yang selama ini menjadi momok pengusaha.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Natsir Mansyur, Tol Laut merupakan solusi guna meningkatkan konektivitas nasional berbasis maritim untuk menunjang pergerakan dan pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini belum berjalan.

Program Tol Laut, ujar Natsir Mansyur, merupakan hal yang penting karena bakal berdampak luas terhadap pergerakan ekonomi daerah.

Sedangkan Direktur Pusat Studi Oseanografi dan Teknologi Kelautan Universitas Surya Tangerang Banten, Alan F Koropitan PhD menilai konsep tol laut yang ditawarkan calon presiden Joko Widodo mampu menjawab tantangan konektivitas di Indonesia.

“Tol laut merupakan ide yang baik dalam menjawab tantangan konektivitas negara kepulauan, sehingga diharapkan mampu menjawab persoalan mahalnya biaya logistik serta disparitas ekonomi antarpulau,” tutur Alan Koropitan di Jakarta, Kamis (19/6). AN-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Semarakkan Hari Kemerdekaan RI ke-72, Vin+ Seminyak akan gelar "Wine Carnival"

Leave a Comment

Your email address will not be published.