Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

SBY Harus Berani Keluarkan PKS dari Koalisi

Metro Bali
single-image

Jakarta (Metrobali.com)-

Direktur Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (LAKSNU) Gugus Joko Waskito mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus berani mengeluarkan Partai Keadilan Sejahtera dari koalisi partai pendukung pemerintah.

“SBY harusnya tidak ragu lagi mengeluarkan PKS dari koalisi pemerintah,” kata Gugus di Jakarta, Kamis (13/6).

Menurut Gugus, apapun alasan PKS ketika menolak kenaikan harga bahan bakar minyak yang merupakan kebijakan pemerintah, patut untuk segera disikapi oleh pemerintah, khususnya Presiden SBY dan partai koalisinya.

“Dan PKS atas nama etika politik harus menyerahkan tiga kursi kabinetnya,” katanya.

Menurut Gugus, tanpa PKS koalisi pemerintah tetap kondusif, sehingga tidak perlu ada keraguan untuk mengeluarkannya dari koalisi.

Untuk tiga kursi menteri yang ditanggalkan PKS, menurut Gugus ada tiga pilihan bagi SBY, yakni menyerahkan tiga kursi tersebut kepada PPP, PAN, dan PKB sebagai partai yang berbasis dan bernuansa Islam, menambah jatah kursi menteri untuk Golkar dan Demokrat, atau mengajak salah satu partai oposisi, yakni PDIP, Gerindra, atau Hanura untuk memperkuat barisan koalisi.

“Pilihan ketiga agak sulit, idealnya adalah pilihan pertama,” katanya.

Lebih lanjut Gugus mengatakan ada dua alasan mendasar yang membuat PKS harus melawan kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM, yakni karena kecewa dengan serangan bertubi-tubi terhadap pucuk pimpinan dan elit PKS atas jeratan kasus korupsi dan untuk mengembalikan citra publik atas kasus korupsi tersebut.

Bagi PKS, kata Gugus, ketika mereka harus keluar dari barisan koalisi saat terjadi kegaduhan di partainya, menjadi dilematis karena menteri kabinet adalah salah satu instrumen politik menuju pemilu yang akan datang.

“Jika PKS keluar dari koalisi, mereka harus mati-matian mengembalikan citranya setelah terkena ‘badai Fathonah’ dengan sumber dana dan instrumen politik yang minimalis,” katanya.

Baca Juga :
Wagub Cok Ace Dorong Universitas di Bali Kerjasama Dengan Universitas Luar Negeri

Menurut Gugus, keberanian SBY untuk mengambil sikap dan keputusan PKS untuk keluar dari badai politik yang melilit partainya adalah sama-sama pilihan yang sulit, tapi harus dilakukan sesegera mungkin.

“Jika tidak, SBY dan PKS akan sama-sama tersandera. Publik kita sedang menunggu,” katanya. INT-MB

Bagikan :
3 Comments
  1. Avatar
    M.Arta 7 years ago
    Reply

    Keberanian dalam menentukan sikap adalah suatu kunci keberhasilan dalam menyelesaikan permasalahan bangsa dan negara , dan keragu-raguan akan membuat permasalahan bangsa dan negara menjadi tidak menentu bahkan cendrung akan ketinggalan, dengan menaikan Harga BBM mohon pemerintah menjaga kesetabilan kenaikan bahan makanan pokok konsumsi masyarakat setiap harinya.

  2. Avatar
    bandidozz 7 years ago
    Reply

    Pks partai anjing budak arab!!!!!

  3. Avatar
    mansuwela 7 years ago
    Reply

    Ga perlu ragu keluarkan PKS dari koalisi…!!! Rakyat selalu menunggu sikap tegas SBY…..!!! Toh PKS cuman “Cari muka” ke rakyat yg sudah pada melek dar mengerti betul bhw PKS adalah partai “sok suci” yg kenyataannya menjadi salah satu partai yg hidup dari uang korupsi…?!?!?!#

Leave a Comment

Your email address will not be published.