Satres Narkoba Polres Buleleng Kembali Ciduk Pengguna dan Pengedar Narkoba

Metro Bali
single-image
Satres Narkoba Polres Buleleng Kembali Ciduk Pengguna dan Pengedar Narkoba
Buleleng (Metrobali.com)-
Satres Narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) Polres Buleleng, Jumat (17/10) lalu kembali menangkap pengedar Narkoba jenis shabu-shabu. Kali ini tersangkanya dua orang wanita dan satu pria. Tersangka wanita berprofesi sebagai ibu rumah tangga, Komang Murniani (21) dan Luh Erawati (33) warga Banjar Dinas Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk. Komang Murniani merupakan istri Kartolo yang sedang diburu polisi (DPO), diduga merupakan Bandar Narkoba diwilayah Buleleng Timur. Sedangkan yang pria bernama Komang Tri Waraspati (21), warga Banjar Dinas Beji, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan.
Kronologis peristiwa penangkapan.
Pada Jumat (17/10) lalu, polisi berhasil menangkap tiga pengedar narkotika yang biasa beroperasi di Buleleng Timur. Dua diantaranya merupakan ibu rumah tangga. Pelaku yang pertama kali ditangkap adalah Komang Tri Waraspati (21).”Waraspati saat itu kami tangkap di kafe Harum Dalu II pukul 22.00 wita. Barang bukti yang kami amankan satu paket plastik pipet warna hijau berisi satu paket plastik plip, berisi sabu-sabu seberat 0,4 gram brutto, satu buah HP Nokia dan sebuah motor Honda Scoppy DK 4696 UV” demikian diungkapkan Kasatres Narkoba Polres Buleleng, AKP Made Agus Dwi Wirawan, Senin (20/10).
Setelah berhasil menangkap Komang Tri Waraspati, malam itu juga, polisi langsung melakukan pengembangan dan berhasil menangkap, Komang Murniani dan Luh Erawati yang ketika itu sedang berpesta sabu di rumah Komang Tri Waraspati. Barang bukti yang diamankan yakni satu korek api gas, satu bong dari botol plastik, 10 potongan pipet plastik, delapan plastik plif berisi sisa-sisa sabu-sabu dan sebuah tabung kaca kecil yang disimpan dalam sebuah toples. Selain itupula, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga bungkus plastik plif kecil, sebungkus plastif plif besar, tiga buah korek api gas, lima buah tutup botol plastik yang berlubang, 14 batang pipet berwarna putih, 15 potongan pipet kecil, sebuah HP Nokia, dan uang tunai sebesar Rp 350 ribu yang dibungkus dalam sebuah tas plastik warna hijau. “Dari penggeledahan yang kami lakukan ada beberapa barang bukti, sempat disembunyikan di dapur, kamar mandi dan di bawah tempat tidur” jelas Agus Dwi Wirawan.
Lantas bagaimana komentar pelaku?. Kepada awak media pelaku Murniani mengaku terjun didunia narkoba sejak beberapa bulan yang lalu. Tugasnya meracik dan menakar sabu-sabu untuk kemudian dimasukkan ke dalam plastik menjadi satu paket. “Satu paket, kami jual Rp 500 ribu” ungkapnya.
Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dikenakan pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara. GS-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Wisatawan Indonesia Akan Menambah Anggaran Liburan Mereka Tahun 2015

Leave a Comment

Your email address will not be published.