Sakit Tak Kunjung Sembuh, Lansia Gantung Diri

metrobali
single-image

Keterangan foto: Seorang lansia asal Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo ditemukan meninggal dunia karena gantung diri, Selasa (23/2) pagi/MB

Jembrana, (Metrobali.com) –

Seorang lansia asal Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo ditemukan meninggal dunia karena gantung diri, Selasa (23/2) pagi.

Korban Ni Ketut N (70) diduga depresi lantaran sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh. Sementara pihak keluarga sudah melakukan pengobatan, baik secara medis maupun tradisional.

Dari informasi pada Senin (22/2) malam korban minta tidur di luar kamar di bale bambu. Namun keinginan itu dilarang suaminya karena cuaca dingin dan juga sering turun hujan. Sekitar pukul 19.00 korban bersama suaminya masuk ke kamar tidur untuk beristirahat.

Sekira pukul 21.30 suami korban melihat korban keluar kamar tidur dan mondar mandir di halaman rumah. Karena sudah malam suami korban bersama anaknya Gede AP (46) lalu keluar dan mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah namun korban tidak mau.

Suami dan anak korban juga sempat bertanya apakah korban berani sendirian di luar dan dijawab korban berani dan akan tidur di bale bambu.

Keesokan harinya suami dan anak korban tidak melihat korban. Pagi hari sekitar pukul 06.00 korban biasanya menyapu halaman rumah. Keduanya kemudian mencari ke bale bambu tempat tidur korban dan mendapati korban meninggal dunia tergantung di kayu anjan bale bambu.

Korban meninggal dunia tergantung menggunakan kain selendang warna putih hijau dengan kaki menyentuh tanah. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke aparat desa dan Kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Mendoyo dan Inafis Polres Jembrana tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun ditemukan jejas pada leher dan koyo menempel pada dada.

Baca Juga :
Jaksa Agung: eksekusi mati tidak terganggu putusan MK

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita dikonfirmasi Selasa (23/2) membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihak keluarga mengihklaskan kepergian korban sehingga tidak dilakukan otopsi.

“Dari keterangan saksi-saksi bahwa korban mengalami sakit pada dada dan perut” ujarnya. MT-MB

Bagikan :
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Leave a Comment

Your email address will not be published.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});