Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Ruang Makan : Ngobrolin Makan untuk Masa Depan

Metro Bali
single-image

Keterangan foto: Tim Ruang Makan dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2015, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana dan Wisnu Foundation saat konferensi pers di Kubu Kopi, Jumat (29/3)/MB

Denpasar, (Metrobali.com) –

Munculnya fenomena krisis pangan di dunia mendorong Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2015, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana sepakat untuk mengadakan kampanye sosial #MakanSampaiHabis dan #MakanSecukupnya yang dikemas dalam acara Ruang Makan. Ditemui saat konferensi pers Ruang makan, Jumat (29/06) di Kubu Kopi, Ni Putu Indriana Purwaningsih selaku Project Manager acara Ruang Makan menyebut kampanye ini membawa misi mengajak masyarakat untuk sadar akan limbah makanan dan peduli terhadap pangan serta lingkungan.

Temuan data dari organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengungkapkaan  Indonesia diperkirakan akan mengalami krisis pangan pada 2050 mendatang (dikutip dari laman online http://www.fao.org). Di sisi lain, hasil survei ‘Habiskan Makanamu’ dari Ruang Makan menemukan dari 443 responden masyarakat Denpasar dan Badung, 54,6% responden pernah menyisakan makanan. Statistik ini menunjukkan kondisi pangan Indonesia pada tahun 2050 akan mengalami krisis jika tidak kita sikapi sejak dini. Berawal dari latar belakang tersebut, Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2015,  sepakat untuk mengadakan kampanye sosial dengan menggandeng Wisnu Foundation sebagai yayasan yang  berfokus pada pemberdayaan komunitas dan pangan lokal. Indriana memaparkan alasan berkolaborasi dengan yayasan Wisnu Foundation dalam acara ini. “Yayasan Wisnu Foundation memiliki visi dan misi yang satu dengan tujuan Ruang Makan, salah satu visi misinya itu adalah tentang lingkungan dan pangan. Jadi sama dengan tujuan acara kami,” jelasnya.

Kampanye sosial yang dimulai sejak penghujung Bulan April hingga akhir Mei 2018  ini dilakukan secara daring dan luring. Berbagai informasi mengenai pangan dan lingkungan disampaikan ketika kampanye secara luring ke bangku sekolah mulai dari tingkat dasar hingga SMP se-Denpasar dan Badung. Di saat yang sama pula, kampanye secara daring gencar dilakukan via media sosial mulai dari Instagram & Twitter (@ruangmakan_) hingga Facebook (Ruang Makan) & akun Line (@jzk289v). Tak hanya itu, panitia ruang makan juga menyuarakan gerakan #MakanSampaiHabis dan #MakanSecukupnya di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) ketika Car Free Day di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar (24/06).

Baca Juga :
Bangun Gedung Baru Wagub Harapkan Kinerja Inspektorat Lebih Maksimal

Tidak terhenti sampai kampanye yang berbentuk sosialisasi, tim Ruang Makan juga menggelorakan gerakan #MakanSampaiHabis dan #MakanSecukupnya dengan mengajak masyarakat semua kalangan berjumpa pada 1 Juli 2018 mulai pukul 16.00 WITA di Bokashi Farm, Jl. Waribang, No. 27X Kesiman – Denpasar. Kegiatan ini akan diramaikan dengan pembagian Free Foods untuk 200 orang yang berpartisipasi dalam kampanye Ruang Makan. Selain itu, puncak acara Ruang Makan ini pula akan disemarakkan dengan berbagai hiburan band dari 3G Band, Stand Up Comedy oleh Dode Channel, hingga sesi Memo Ruang Makan bersama Robi Navicula. Adapula kegiatan demo masak yang dibalut dalam sesi Menu Hari Ini bersama Chef Nanda serta akan ada sesi Obrolan Ruang Makan yang mendiskusikan mengenai pangan bersama Catur Yudha Hariani (Direktur Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup Bali), Arya Nanda Widhi Sadewa (Chef) dan Lia Rinikah (Tim Ruang Makan).

Gerakan peduli pangan dan lingkungan dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2015 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana bersama Yayasan Wisnu Foundation pun mendapat dukungan dari 30 komunitas di Bali. Melihat dukungan positif dari berbagai pihak, Indri berharap melalui acara seperti Ruang Makan ini bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk belajar membiasakan diri menghabiskan makanan dan menjaga lingkungan. “Mulailah dari hal kecil dulu untuk menyelamatkan bumi, salah satunya dengan tidak menyia-nyiakan makanan,” tandasnya.

Editor: Hana Sutiawati

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.