Ribuan Warga Lintas Agama se-Bali Nusra Buka Bersama TNI-Polri, Serukan Ikrar Kebangsaan

Metro Bali
single-image

Suasana buka puasa Kebangsaan, Silaturahmi Bersama TNI-Polri, dan Masyarakat di Garuda Wisnu Kencana

Suasana buka puasa Kebangsaan, Silaturahmi Bersama TNI-Polri, dan Masyarakat di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Uluwatu, Ungasan, Badung, Selasa (20/6).

Badung, (Metrobali.com)-

Ribuan warga Bali-Nusra baik muslim dan non muslim tampak antusias memadati acara Buka Puasa Kebangsaan, Silaturahmi Bersama TNI-Polri, dan Masyarakat di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Uluwatu, Ungasan, Badung, Selasa (20/6).

Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin S., S.I.P.,M.Sc. mengatakan, tujuan dilaksanakannya buka puasa kebangsaan ini untuk mempererat tali silaturahmi antara TNI-Polri, aparat pemerintah dan seluruh Organisasi Kemasyarakatan dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Bali Nusra.
“Saya himbau dan mengajak segenap komponen bangsa untuk menggelorakan ikrar kebangsaan demi persatuan dan kesatuan bangsa dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. Untuk itu tingkatkan kerjasama dan sinergitas seluruh komponen bangsa, dimana kelompok mayoritas harus dapat mengayomi kelompok minoritas sehingga stabilitas keamanan khususnya di wilayah Bali-Nusra dapat terwujud dengan baik,” kata Pangdam usai acara, di Badung, Bali, Selasa (20/6).
Menurutnya, wilayah Bali Nusra menjadi embrio perekat bangsa, karena disini (red, Bali) ada mayoritas agama Hindu, di NTB mayoritas Muslim, dan NTT kristiani, katanya.
“Maknanya yang besar mampu melindungi yang kecil, dan yang kecil menghormati menghormati yang besar. Atau mayoritas semakin bermakna manakala mampu melindungi minoritas,” tandasnya.
Seperti diketahui, saat ini berbagai ancaman dapat membahayakan kedaulatan maupun keutuhan wilayah NKRI. Ancaman datang bisa berupa penyebaran  provokatif/hoax yang tidak sesuai dengan Ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila  yang merupakan dasar negara dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia sehingga dapat menyebabkan perpecahan.
Ditambahkan, Ketua PBNU Pusat Prof. Dr.KH. Said Agil Siradj mengaku, bahwa pihaknya sangat mendukung acara semacam ini.
“Saya diundang Pangdam (red, Mayjen TNI Komaruddin) agar menghadiri acara ini karena sangat penting sekali karena disini ada tiga agama lebih, Hindu, Islam, Kristen disini kita bertemu jadi ini sangat luar biasa sekali,” ungkapnya.
Hal ini menggambarkan masyarakat Bali sangat dewasa bermartabat berbudaya sebagai anak bangsa, katanya.
“Kalau orang suka menjual agama untuk kepentingan sesaat ini berarti dia tidak tau agama. Akan mudah sekali menggunakan agama untuk kepentingannya dan ini akan susah. Yang benar agama membawa kebenaran, kerukunan dan kedamaian. Itu yang benar…,” tegasnya.
Pada acara kebangsaan kali ini, dirangkai dengan berbagi rasa dengan memberikan bantuan bingkisan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Yayasan Al Fattah Taman Griya, Nusa Dua, dan Baitul Mutaqim, Jimbaran.
Selain itu dibacakan juga ikrar kebangsaan, kami masyarakat Bali Nusra berikrar:
1. Setia kepada negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
2. Senantiasa menjaga Kebhineka Tunggal Ika-an dengan saling menghormati antar suku, agama, ras, dan antar golongan.
3. Senantiasa siap sedia menjaga dan mempertahankan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.
Tampak para undangan yang hadir antaralain, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta, unsur FKPD se-Bali Nusra, Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Pur) Wisnu Bawa Tenaya, para pejabat utama TNI-Polri, para bupati dan walikota g mewakili, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan lain sebagainya.SIA-MB
Bagikan :
Baca Juga :
Sudirman : Menkeu Satu Visi Bangun Kilang

Leave a Comment

Your email address will not be published.