Ratusan Warga Demo PLTU

Metro Bali
single-image

Singaraja (Metrobali.com)-

Warga Desa Celukan Bawang, Kecamatan Grograk akhirnya memenuhi janjinya. Hari ini Sabtu (31/8) mengadakan demo besar-besar di PLTU Celukan  Bawang.

Lebih dari dua ratus warga Desa Celukan Bawang, Kecamatan Grograk Buleleng Bali  ngelurug ke lokasi pembangunan PLTU. mereka menuntut janjinya beberapa waktu lalu. jika tuntutannya tidak di penuhi, masyarakat akan turun kelokasi pembangunan PLTU.

Koordinator demontran Muhammad Hamid ketika dimintai keterangan Sabtu (31/8) di lokasi PLTU mengatakan, selama ini warga yang tanahnya belum dilunasi masih toleransi dengan keinginan pihak PLTU, namun menurut Hamid, sikap diamnya warga selama ini seakan dijadikan senjata oleh pihak PLTU untuk diam dan tidak menghiraukan keinginan warga. “Kami selama ini diam menungga janji pihak PLTU, namun rupanya pihak PLTU menutup telinga dengan keingina kami. Apa boleh buat, apapun alasan nya, hari ini harus tuntas, “ Ujarnya

Lebih lanjut Hamid mengatakan, sejak kesepakatan awal pembebasan tanah lokasi pembangunan PLTU, masih terdapat 22 kepala keluarga sampai saat ini masih belum menerima ganti rugi. pihak PLTU dan pemilik tanah belum menemukan kesepakatan. padahal, sudah lebih dari sepuluh kali antara pihak PLTU dengan warga pemilik tanah mengadakan rapat. namun  selalu berakhir dengan perselisihan. akibatnya, warga pemilik tanah hilang kesabarannya. “Selama ini kami hanya di kasi janji, bahkan padahal harga tanah kami sudah standard dan sama dengan harga tanah disekitarnya,” tambah Hamid berang.

Sejak pembebasan tanah beberapa tahun silam, ke 22 kepala keluarga tersebut menghargai tanahnya sebesar Rp 15 juta per are atau 10 M2. Namun pihak PLTU menawar Rp 7 juta. Pihak PLTU meminta waktu sekitar 2 minggu, namun sampai satahun lamanya, tidak ada kabar dari pihak PLTU. seiring waktu, pasaran tanah di sekitar lokasi PLTU melonjak. dari Rp15 juta menjadi Rp 35 juta. saat rapat tahun 2012 lalu, pihak PLTU memanggil pemilik tanah untuk kembali mengadakan kesepakatan. saat rapat itu, pihak PLTU menyepakati hasil rapat di tahun 2009 lalu.  yakni membeli tanah warga seharga Rp15 juta sesuai permintaan warga di tahun 2009, namun warga menolaknya, sebab saat itu tanah sudah mencapai harga Rp35 juta per are atau 10 M2.

Kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan sampai saat ini. namun tanah warga tetap dikuasai oleh PLTU.

Demo kali ini, warga yang tanahnya di kuasai oleh PLTU minta dikembalikan kalau tidak memberikan ganti rugi sesuai dengan keingina warga. EMHA-MB

Bagikan :
Baca Juga :
60 Ogoh-ogoh Anak PAUD Parade Sambut Nyepi

Leave a Comment

Your email address will not be published.