Rai Mantra Tinggalkan Dua Warisan Ini untuk Denpasar, Srikandi PSI Emiliana Sri Wahjuni: Beliau Pemimpin Sejati Tetap di Hati

Metro Bali
single-image

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Emiliana Sri Wahjuni (kiri) mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan Walikota Denpasar 2008-2021, IB Rai Dharmawijaya Mantra (kanan).

Denpasar (Metrobali.com)-

Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar Emiliana Sri Wahjuni mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kepemimpinan IB Rai Dharmawijaya Mantra yang menjadi Walikota Denpasar selama 13 tahun. Bagi Emiliana Sri Wahjuni Rai Mantra sudah meletakkan pondasi pembangunan yang kuat untuk Kota Denpasar dan telah mewariskan berbagai hal monumental di Ibukota Provinsi Bali ini.

“Terima kasih Pak Rai Mantra atas pengabdian dan perjuangannya di Kota Denpasar. Beliau adalah seorang pemimpin sejati yang akan selalu tetap ada di hati warga Denpasar,” kata Emiliana Sri Wahjuni, Jumat (19/2/2021).

Seperti diketahui IB Rai Dharmawijaya Mantra dan IGN Jaya Negara resmi mengakhiri masa tugas sebagai Walikota dan Wakil Walikota Denpasar pada Rabu (17/2/2021). Berakhirnya masa bhakti Kepemimpinan pasangan yang dikenal dengan istilah Dharma Negara ini ditandai dengan Penyerahan Memori Jabatan kepada Plh. Walikota Denpasar, I Made Toya di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar.

Kepemimpinan Rai Mantra akan dilanjutkan oleh Jaya Negara yang terpilih sebagai Walikota Denpasar pada Pilwali Denpasar 9 Desember 2020. Jaya Negara akan memimpin Denpasar bersama Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya Wibawa) sebagai Walikota dan Wakil Walikota Denpasar periode 2021-2024. Namun pelantikan Jaya Wibawa masih menunggu jadwal dari Kementerian Dalam Negeri.

Emiliana Sri Wahjuni menilai selama kepemimpinan Rai Mantra sebagai Walikota Denpasar banyak kemajuan dan capaian diraih ibukota Provinsi Bali ini. Srikandi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini bahkan menyebut bahwa Rai Mantra berhasil mewariskan dua warisan budaya untuk masyarakat Denpasar dan pemimpin berikutnya yakni Warisan Budaya Benda dan Warisan Budaya Tak Benda.

Baca Juga :
UNICEF: jutaan anak terancam akibat El Nino

Warisan Budaya Benda yang dimaksud diantaranya Gedung Darma Negara Alaya (DNA) sebagai pusat mewadahi kreativitas generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif serta Gedung Sewaka Dharma sebagai pusat pelayanan publik.

Gedung  DNA ini merupakan sebuah upaya untuk memberikan dukungan pengembangan orange economy atau ekonomi kreatif guna memberikan dukungan terhadap kreativitas masyarakat.

Gedung  DNA ini dengan beragam fasilitas yang tersedia yang dikelola dengan konsep kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dukungan serta memberikan ruang bagi kreator Kota Denpasar. Sehingga dengan demikian mampu mendukung tumbuh kembang kreatif yang bermuara pada peningkatan startup di Kota Denpasar.

“Semoga Gedung Dharma negara Alaya ini  mempercepat pengembangan ekonomi kreatif secara berkelanjutan serta mendukung kreator dan melahirkan startup baru,” imbuh Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi kesehatan, pendidikan, pemuda dan olahraga, pemberdayaan perempuan, sosial dan tenaga kerja, kebersihan dan pertamanan, pariwisata dan lain-lain ini.

Sementara terkait Warisan Budaya Tak Benda, Rai Mantra dinilai mampu mewariskan nilai-nilai kepemimpinan dan budaya kerja organisasi dan birokrasi di Pemerintah Kota Denpasar serta berbagai capaian terkait hal tersebut.

Misalnya terkait indeks anti korupsi, IPM (Indeks Pembangunan Manusia), indeks tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance) hingga Denpasar meraih 8 kali WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).

“Pak Rai Mantra adalah pemimpin yang bersih dan jujur serta dicintai masyarakat Denpasar. Beliau akan tetap ada di hati warga Denpasar,” tegas Emiliana Sri Wahjuni yang juga Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini.

Di sisi lain Emiliana Sri Wahjuni juga mengapresiasi Rai Mantra yang di akhir masa Jabatan sebagai Walikota Denpasar,  masih berkesempatan meresmikan inovasi Jaga Baya dalam penanganan covid-19, secara virtual di kediamannya Gria Sebha Sari Denpasar, Selasa (16/2/2021).

Baca Juga :
Arus Lalin Dialihkan, Polres Jembrana Terjunkan 252 Personil

Jaga Baya adalah kolaborasi antara kearifan lokal dengan kemajuan teknologi informasi oleh Pemkot Denpasar melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfos).

Aplikasi Jaga Baya merupakan sistem informasi berbasis website yang dilengkapi fitur Contact Tracing dan Rating & Checkin (pencatatan kunjungan) berbasis kode QR guna pengawasan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Usaha/Layanan untuk mendukung percepatan penanganan dan pencegahan COVID-19 di Kota Denpasar. Serta memudahkan dalam men tracing warga jika ada kasus.

Apikasi ini memberikan kemudahan dalam trakcing, tracing dan memonitor penerapan protokol kesehatan dengan memanfaatkan teknologi sistem informasi. Aplikasi Jaga Baya dapat diakses pada laman https://jagabaya.denpasarkota.go.id/. Aplikasi ini telah diuji coba mulai dari tanggal 2 Desember 2020-18 Januari 2021.

“Salut banget ya Pak Rai Mantra masih totalitas mengabdikan diri hingga akhir masa jabatannya. Semoga apa yang telah beliau lakukan bisa dilanjutkan oleh Pak Jaya Negara dan lebih ditingkatkan lagi,” pungkas Emiliana Sri Wahjuni.

Untuk diketahui Rai Mantra mulai menjabat di Kota Denpasar sejak tahun 2005. Pada tahun 2005 Rai Mantra mengawali kepemimpinannya dengan menjadi Wakil Walikota Denpasar dengan Walikota saat itu yakni, AAN Puspayoga. Tahun 2008, Puspayoga terpilih menjadi Wakil Gubernur Bali, sehingga kursi Walikota diduduki oleh Rai Mantra.

Rai Mantra pun menjadi Walikota Denpasar dua periode lebih hingga 17 Februari 2021. Dengan demikian  Rai Mantra telah menjabat selama 16 tahun di Kota Denpasar, sebagai Wakil Walikota selama tiga tahun, dan Walikota selama 13 tahun. (wid)

Bagikan :
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Leave a Comment

Your email address will not be published.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});